Penumpang Kereta Api (KA) Sindang Marga relasi Palembang-Lubuklinggau, Sumatera Selatan, bernama Kherly Defi Key mengaku kehilangan iPad saat perjalanan. Korban merasa kesal karena tidak diperbolehkan melihat rekaman CCTV secara langsung untuk melihat kejadian hilangnya iPad miliknya.
Dia mengaku kehilangan iPad saat naik Kereta Api Sindang Marga dari Palembang menuju Lubuklinggau pada Kamis (6/8/2026) malam.
Kherly mengatakan saat itu dia duduk di gerbong Bisnis 3 nomor 14D di samping penumpang lainnya yang mengenakan hoodie dan masker. Ketika kereta tiba di Stasiun Muara Enim, dia mulai mengantuk sehingga iPad miliknya diletakkan di dekat jendela kursi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barang (iPad) itu saya letakkan di dekat jendela. Karena posisi aman dan saya beberapa kali juga naik KAI ini tidak pernah ada kejadian. Pada malam itu saya mengantuk dan barang saya letakkan seperti biasa," katanya, Selasa (11/8/2026).
Sesampainya di Kota Lubuklinggau, Kherly membawa barang-barangnya dan langsung menuju kontrakannya. Namun setibanya di kontrakan, dia baru menyadari iPad miliknya sudah tidak ada.
"Ketika tiba di kontrakan barang saya itu tidak ada lagi. iPad saya tidak ada, saya cek di koper yang lain juga tidak ada. Saya langsung ke KAI lagi, tapi saat itu staf-stafnya juga tidak ada lagi dan disuruh datang pagi saja," ujarnya.
Kherly kemudian melaporkan kejadian tersebut melalui call center KAI. Namun, dia mengaku belum mendapatkan tanggapan setelah laporan dibuat.
Keesokan harinya pada Jumat (7/8/2026), Kherly kembali mendatangi pihak KAI dan meminta untuk melihat rekaman CCTV. Namun, dirinya diminta terlebih dahulu membuat laporan polisi.
"Saya datangi besok paginya, saya menghadap dan meminta untuk melihat CCTV, tapi disuruh buat lapor polisi dulu. Kata polisinya nanti dihubungi, tapi sampai detik ini tidak ada KAI menghubungi. Setelah kejadian ini sudah tiga hari," katanya.
Kherly pun mempertanyakan fungsi CCTV di dalam kereta serta keamanan penumpang selama perjalanan.
"Keamanan kami di KAI itu aman atau tidak, sedangkan kita bayar bukan gratis. Sampai detik ini tidak ada kabar. Ketika ke PT KAI mereka sebut barang itu memang tidak ada. Mereka bilang lihat CCTV barang itu memang tidak ada. Yang hilang barang siapa, saya mau lihat CCTV-nya. Kalau belum saya lihat, bisa saja mereka bohong," ungkapnya.
Sementara itu, Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan laporan terkait dugaan kehilangan iPad tersebut telah ditindaklanjuti pihak KAI.
"Sebenarnya laporannya sudah di-follow up, yang bersangkutan ikut menyaksikan pengecekan CCTV juga," katanya.
Dia menjelaskan KAI telah melakukan penelusuran dengan berkoordinasi bersama petugas terkait. Pengecekan dilakukan terhadap dugaan barang kehilangan maupun rekaman CCTV bersama penumpang yang bersangkutan.
"KAI memahami bahwa barang bawaan pelanggan memiliki arti serta nilai penting bagi pemiliknya," ujarnya.
Menurut Aida, proses verifikasi masih dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kejadian tersebut. Penelusuran memperhatikan informasi terkait waktu, lokasi, kronologi perjalanan, hingga kondisi barang yang dilaporkan hilang.
"Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab maupun kronologi kejadian sebelum proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh," jelasnya.
"Kami akan memastikan terlebih dahulu informasi yang disampaikan pelanggan dengan hasil pengecekan di lapangan," sambungnya.
Aida juga mengimbau bagi para penumpang yang mengalami kehilangan atau merasa barangnya tertinggal agar segera melapor kepada petugas di stasiun maupun petugas di atas kereta.
"Laporan yang disampaikan sesegera mungkin akan membantu petugas melakukan penelusuran secara lebih optimal," ujarnya.
