Kemarau Ancam Irigasi Lampung, 2 Bendungan Tak Mampu Penuhi Kebutuhan

Lampung

Kemarau Ancam Irigasi Lampung, 2 Bendungan Tak Mampu Penuhi Kebutuhan

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 05 Agu 2026 10:00 WIB
Bendungan Marga Tiga di Lampung
Foto: Bendungan Marga Tiga di Lampung (Dok. Istimewa)
Lampung -

Musim kemarau mulai mengancam pasokan air di Lampung. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung memprediksi dua bendungan, yakni Way Jepara dan Margatiga, berpotensi mengalami defisit air hingga akhir 2026 jika tidak ada tambahan aliran air masuk (inflow).

Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari mengatakan proyeksi tersebut merupakan hasil simulasi berdasarkan kondisi terburuk, yakni tanpa adanya inflow hingga Desember 2026. Dari evaluasi yang dilakukan, tidak semua bendungan di Lampung memiliki cadangan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan irigasi dan air baku sampai akhir tahun.

"Estimasi ini menggunakan asumsi tidak ada inflow hingga Desember 2026 sehingga kemampuan setiap bendungan dalam memenuhi kebutuhan air bisa dipetakan sejak dini," katanya, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bendungan Way Jepara di Kabupaten Lampung Timur menjadi salah satu yang diperkirakan terdampak paling besar. Berdasarkan hasil perhitungan BBWS, bendungan tersebut diproyeksikan mengalami defisit sekitar 15,42 juta meter kubik.

Kondisi itu membuat layanan irigasi hanya mampu menjangkau sekitar 1.757 hektare lahan, lebih kecil dibanding kebutuhan yang telah direncanakan.

ADVERTISEMENT

Ancaman serupa juga membayangi Bendungan Margatiga. Elroy menyebut tampungan air di bendungan itu diperkirakan hanya cukup mengairi sekitar 2.004 hektare lahan dari total kebutuhan 3.600 hektare.

Jika tidak ada tambahan pasokan air, bendungan tersebut diproyeksikan mengalami defisit hingga 21,22 juta meter kubik.

Meski demikian, kondisi berbeda terjadi di Bendungan Batutegi dan Way Sekampung. Dua bendungan tersebut masih memiliki cadangan air yang dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan irigasi dan penyediaan air baku hingga penghujung 2026.

Batutegi tercatat masih menyimpan sekitar 379,49 juta meter kubik air dan diperkirakan mampu mengairi sekitar 28.533 hektare lahan. Sementara Bendungan Way Sekampung masih memiliki volume tampungan sekitar 70,08 juta meter kubik yang tetap menjadi andalan pasokan air irigasi dan air baku di Lampung.

Menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau, BBWS Mesuji Sekampung telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Mulai dari pemantauan intensif terhadap kondisi bendungan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, hingga mengusulkan pembangunan 749 unit sumur di wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

"Kami terus memantau ketersediaan air agar distribusi untuk kebutuhan irigasi maupun air baku tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung," ujar Elroy.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads