Seniman Ody Yogi Abadikan Memori Kota Palembang Lewat Lukisan Cat Air

Palembang Punya Cerita

Seniman Ody Yogi Abadikan Memori Kota Palembang Lewat Lukisan Cat Air

Irawan - detikSumbagsel
Minggu, 02 Agu 2026 17:31 WIB
Seniman Yogie Oscar Rozenda menunjuk lukisan yang ia buat
Foto: Seniman Yogie Oscar Rozenda menunjuk lukisan yang ia buat (Irawan)
Palembang -

Bangunan-bangunan tua di kawasan pasar dan pertokoan lama Palembang selama ini mungkin hanya menjadi latar bagi aktivitas warga. Padahal, di balik papan nama yang mulai memudar, jendela kayu yang termakan usia, hingga fasad bangunan lawas, tersimpan banyak cerita tentang perjalanan kota.

Hal itulah yang ingin diangkat seniman lokal Yogie Oscar Rozenda atau yang akrab disapa Ody Yogi melalui pameran lukisan cat air bertajuk "Tampak Depan".

Pameran tersebut berlangsung mulai 2-16 Agustus 2026 dan menampilkan karya-karya yang merekam wajah bangunan tua Palembang beserta kisah yang menyertainya di Kampus IBA Palembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan proses melukis pada umumnya, Ody lebih dulu menyusuri lorong-lorong kawasan pertokoan lama bersama para pemandu wisata lokal. Dari perjalanan itu, ia mendengarkan berbagai cerita mengenai sejarah bangunan, sosok yang pernah tinggal di sana, hingga perubahan wajah Palembang dari masa ke masa.

Menurut Ody, setiap bangunan memiliki cerita yang membuatnya lebih dari sekadar objek untuk dilukis.

ADVERTISEMENT

"Pameran ini adalah bentuk ajakan untuk berhenti sejenak di tengah riuh pertambahan usia kota. Saya tidak berfokus melukis kemegahan fisik bangunan, melainkan berupaya merekam memori dan rasa yang tertinggal setelah mendengar kisah hidup di balik fasad tersebut," katanya kepada detikSumbagsel, Minggu (2/8/2026).

Ody mengungkapkan 33 lukisan yang dipamerkan, dia sengaja memili medium cat air bermula dari kekagumannya terhadap ilustrator asal Polandia, Mateusz Urbanowicz. Selama tiga tahun terakhir, Ody menekuni teknik tersebut dan memadukannya dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, khususnya Advertising dan Desain Grafis.

"Lukisan yang dipamerkan juga bisa dibeli bagi peminat harganya mulai dari Rp 1,2-2,5 juta per satu lukisan," ungkapnya.

Tema "Tampak Depan" dipilih karena fasad bangunan menjadi bagian pertama yang dilihat seseorang saat berhadapan dengan sebuah tempat. Melalui sapuan cat air yang lembut, Ody tidak mengejar detail arsitektur secara presisi, melainkan berusaha menghadirkan kesan emosional yang ditinggalkan setiap bangunan.

Ody menilai banyak warga yang setiap hari melewati bangunan tua tanpa mengetahui sejarah yang tersimpan di baliknya.

"Sering kali kita melewati sebuah toko lama setiap hari tanpa benar-benar menyadari siapa yang membangunnya atau kenangan apa yang ditinggalkan di sana. Ketika kita mulai tahu sejarahnya, bangunan itu tak lagi terasa asing, melainkan menjelma sebagai teman bisu yang setia menjaga identitas kota ini," katanya.

Melalui pameran tersebut, Ody berharap masyarakat dapat melihat Palembang dari sudut pandang yang berbeda. Baginya, bangunan tua bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga bagian dari memori kolektif yang layak dikenang dan dirawat.

"Proses sketsa langsung di lapangan memberi saya ruang untuk mendengarkan alur waktu. Lewat sapuan cat air yang spontan dan cair, saya ingin mengajak pengunjung melihat sudut-sudut Palembang dengan rasa empati dan kehangatan yang baru," tutupnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads