Sebanyak 10 rumah dan 1 gudang di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ludes terbakar pada Jumat (17/7/2026). Insiden itu diduga dilakukan pria berinisial MSE (32), yang dendam dengan istrinya SU, karena melaporkannya ke polisi dalam kasus KDRT. 11 KK yang terdampak kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Maluku, RT 04, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sekitar pukul 18.00 WIB.
Kini para korban mengungsi di rumah kerabat dan sebagian lagi menyewa di tempat lain. Dari seluruh korban terdampak, terdapat satu anak yang masih berstatus pelajar SMP, sementara sisanya merupakan orang dewasa dan lanjut usia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang korban Risa mengatakan sebelum kebakaran terjadi, MSE sempat terlibat pertengkaran dengan istrinya. Ia juga mendengar informasi bahwa pelaku telah dilaporkan ke polisi terkait dugaan KDRT.
"Pelaku datang ke rumah mertuanya, mendobrak pintu, lalu menyiramkan bensin yang dibawanya ke rumah tersebut. Dari situlah api membesar hingga membakar rumah-rumah di sekitarnya," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Korban lainnya, Novi mengatakan saat kejadian hanya orang tuanya yang berada di rumah, sehingga tidak ada barang berharga yang sempat diselamatkan.
"Sekarang kami mengungsi di rumah keluarga. Tidak ada harta benda yang sempat diselamatkan karena kebakaran itu," ungkapnya.
Novi berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran agar persoalan pribadi tidak sampai merugikan masyarakat sekitar.
"Kalau ada masalah pribadi jangan sampai warga sekitar ikut kena dampaknya. Tolong diselesaikan secara baik-baik. Untuk pelaku kami minta diproses hukum dan dihukum seadil-adilnya. Kami sudah tidak punya tempat tinggal lagi, harta benda habis semua, tidak ada yang sempat kami bawa," katanya berlinang air mata.
Sementara itu, Wali Kota Lubuklinggau Rachmat Hidayat mengatakan pemkot akan membantu pembangunan kembali rumah warga melalui Program Jaring Pengaman Terpadu (JTT) yang akan dikoordinasikan dengan ketua RT setempat.
"Nanti akan dibantu pembangunan 10 unit rumah melalui bantuan donasi dan bentuk bantuan lainnya. Lokasinya tetap direncanakan di sini dengan terlebih dahulu mengurus perizinan ke PT KAI karena lahan ini merupakan aset mereka. Mungkin bentuknya tidak sama seperti sebelumnya, tapi yang penting layak dihuni," ujarnya.
Rachmat mengatakan untuk pembangunan rumah tersebut akan menggunakan dana BTT sebesar Rp 20 juta untuk setiap korban terdampak.
"Bantuan BTT akan diberikan masing-masing korban sebesar Rp 20 juta. Karena ini bukan akibat kelalaian, tetapi unsur kesengajaan, sehingga kondisi para korban sangat memprihatinkan. Bantuan ini akan segera kami keluarkan," katanya.
Dia juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.
"Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena terjadi akibat unsur kesengajaan. Kami minta proses hukumnya benar-benar berjalan karena banyak masyarakat yang mengalami kerugian akibat peristiwa ini," imbuhnya.
(rep/rep)
