Ujian Seleksi Calon Pegawai Kopdes Merah Putih di Lampung Dikeluhkan Peserta

Lampung

Ujian Seleksi Calon Pegawai Kopdes Merah Putih di Lampung Dikeluhkan Peserta

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 06 Mei 2026 18:21 WIB
Kertas ujian di atas meja. Di sebelahnya, terdapat pensil berwarna oranye siap pakai.
Foto: Ilustrasi ujian (Andy Barbour/Pexels)
Lampung -

Peserta seleksi PHTC KDKMP di Provinsi Lampung keluhkan pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT). Pasalnya banyak peserta harus menghabiskan waktu karena sistem komputer terganggu.

Tes sendiri berlangsung pada Selasa (5/5/2026) di tiga lokasi berbeda. Tiga lokasi tersebut yakni Gedung Al Kautsar, Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Lampung dan salah satu hotel di Bandar Lampung.

Salah satu peserta, Yudi, mengatakan awal pelaksanaan ujian berjalan normal. Peserta telah melalui proses pemeriksaan berkas oleh panitia dan hanya diperbolehkan membawa perlengkapan tertentu seperti KTP dan kartu ujian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya lancar, nggak ada masalah saat masuk ruangan. Semua dicek sesuai aturan," kata Yudi, Rabu (6/5/2026).

Namun, kata dia, persoalan mulai muncul saat ujian dimulai. Dalam tes tersebut, peserta mengerjakan tujuh subtes dengan jumlah soal bervariasi, masing-masing diberi waktu sekitar tujuh menit.

ADVERTISEMENT

"Pas subtes pertama, sekitar nomor 10 mulai terasa aneh. Saya pilih jawaban A, tapi malah pindah sendiri ke D. Sudah diklik berkali-kali tetap berubah," ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan peserta lain, Saskia. Ia mengaku beberapa soal sulit diklik dan harus ditekan berulang kali agar bisa merespons.

"Ada soal yang harus diklik sampai empat atau lima kali baru masuk. Itu bikin panik karena waktunya terus jalan," kata Saskia.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup merugikan peserta. Waktu yang terbatas membuat mereka kesulitan memastikan jawaban, apalagi saat harus berulang kali memperbaiki pilihan akibat dugaan error sistem.

Para peserta mengaku sempat menyampaikan keluhan kepada panitia di lokasi. Namun, respons yang diterima dinilai belum memberikan kepastian.

"Katanya nggak masalah, nanti sistem baca jawaban pertama. Tapi kami tetap khawatir. Saya tanya memang mereka bisa mempertanggungjawabkan itu, malah nggak bisa jawab," ujar Saskia.

Setelah ujian selesai, peserta memantau hasil nilai yang ditayangkan melalui siaran langsung YouTube panitia. Dari ratusan peserta di sesi ketiga, disebut hanya kurang dari 10 orang yang mencapai ambang batas nilai 110.

Kondisi ini pun memicu tanda tanya di kalangan peserta terkait kualitas sistem CAT dan transparansi hasil ujian. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara terkait dugaan gangguan sistem tersebut.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads