Lampung Ekspor 3.330 Ton Tapioka ke China, Pemprov Genjot Hilirisasi Singkong

Lampung

Lampung Ekspor 3.330 Ton Tapioka ke China, Pemprov Genjot Hilirisasi Singkong

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 06 Mei 2026 12:01 WIB
Pemprov Lampung melepas ekspor perdana 3.330 ton tapioka ke China.
Foto: Pemprov Lampung melepas ekspor perdana 3.330 ton tapioka ke China. (Dok. Istimewa)
Lampung -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melepas ekspor perdana 3.330 ton tapioka ke China. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi komoditas singkong agar memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, Lampung saat ini masih menjadi penyumbang utama produksi tapioka nasional dengan porsi sekitar 70 persen. Karena itu, stabilitas ekosistem singkong menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

"Kita ingin transformasi dari komoditas mentah menjadi produk industri yang punya daya saing global. Industri harus tumbuh agar bisa menyerap hasil panen petani dengan harga yang layak," kata Mirza dalam keterangan, Selasa (6/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Lampung menyiapkan regulasi melalui Peraturan Gubernur (Pergub) guna menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan perlindungan harga di tingkat petani.

Tak hanya itu, Pemprov juga menggagas pembangunan National Cassava Center bersama Universitas Lampung. Pusat riset ini nantinya difokuskan pada pengembangan bibit unggul berkadar aci tinggi serta alat mesin pertanian (alsintan) khusus singkong guna menekan biaya produksi.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, menyebut ekspor tapioka Lampung menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, volume ekspor telah mencapai 10.000 ton.

"Angka ini mendekati 50 persen dari total ekspor tahun 2025 yang mencapai 22.500 ton dengan nilai sekitar Rp 130 miliar," ujarnya.

Panca memastikan, produk tapioka asal Lampung telah memenuhi standar pasar internasional. Pihaknya juga terus melakukan pengawasan dan sertifikasi karantina agar kualitas produk tetap terjaga.

Dari sisi pelaku usaha, CEO PT Intan Grup Jeremy Gozal menyebut ekspor ke China menjadi pintu awal ekspansi pasar global. Permintaan dari sejumlah negara lain seperti Korea Selatan dan Bangladesh juga mulai terlihat.

Ekspor perdana ini diharapkan menjadi momentum bagi Lampung untuk memperkuat posisi sebagai eksportir produk turunan singkong, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads