Musim Haji 2026 telah resmi dimulai sejak 22 April 2026. Kini sebagian jemaah haji yang telah berangkat lebih dulu kini telah tiba di tanah suci.
Baik jemaah yang sudah berada di Tanah Suci maupun yang masih menunggu keberangkatan perlu mewaspadai ancaman heatstroke. Kondisi ini menjadi salah satu risiko kesehatan serius di tengah cuaca panas ekstrem.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) heatstroke merupakan kondisi darurat yang dapat mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani. Kondisi ini dapat terjadi ketika suhu udara tinggi dan tubuh tidak dapat lagi mengontrol suhunya sendiri hingga menyebabkan suhu tubuh meningkat lebih dari 40 derajat Celsius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor cuaca panas dan aktivitas fisik selama ibadah haji dapat meningkatkan risiko heatstroke, terutama pada jemaah lanjut usia. Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai heatstroke. Yuk, simak!
Gejala Heatstroke
Dikutip dari laman Hermina hospital, berikut sejumlah gejala heatstroke yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Perubahan kondisi mental atau perilaku, seperti kebingungan, kejang, hingga koma.
- Sakit kepala dengan sensasi berdenyut.
- Mual dan muntah
- Suhu tubuh berada di atas 40 derajat celsius.
- Nafas menjadi lebih cepat dan pendek.
- Kulit berubah menjadi kemerahan.
- Detak jantung meningkat dengan signifikan; dan
- Jika heatstroke disebabkan oleh panas, kulit akan kering dan terasa panas saat disentuh.
- Segera cari pertolongan pertama apabila menunjukkan gejala.
Apa Saja Komplikasi Heatstroke?
Menurut informasi dari laman Primaya Hospital, heatstroke yang tidak segera ditangani dapat memicu berbagai komplikasi serius, di antaranya:
- Gagal ginjal akut: Kerusakan fungsi ginjal secara mendadak.
- Hipoglikemia: Penurunan kadar gula darah secara drastis.
- Rhabdomyolisis: Kerusakan jaringan otot rangka yang melepaskan isi se otot ke dalam darah.
- Kegagalan berbagai organ tubuh: Kegagalan fungsi vital tubuh seperti jantung, hati, hingga otak bersamaan
- Acute respiratory distress syndrome (ARDS): Penumpukan cairan di alveoli atau kantung udara kecil di paru-paru, yang mengakibatkan sesak nafas berat.
- Koagulasi intravaskuler diseminate: Kondisi di mana terjadinya bekuan darah kecil di seluruh aliran darah.
Tips Mencegah Heatsroke Selama Ibadah Haji
Mengacu pada laman resmi UGM, berikut ini sejumlah tips untuk mencegah heatstroke, yakni:
- Perbanyak mengonsumsi air putih, bahkan sebelum merasa haus.
- Gunakan pakaian longgar dan dapat menyerap keringat.
- Hindari aktivitas yang tidak diperlukan saat cuaca sedang panas.
- Gunakan payung atau penutup kepala atau alat pelindung diri lainnya saat di luar ruangan.
- Istirahat cukup dan jangan memaksakan diri.
- Menyemprot wajah dengan air bersih untuk mengurangi panas di kulit.
Demikian informasi mengenai heatstroke ancaman nyata yang mengintai jemaah haji. Semoga bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































