Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ogan Komering Ilir (BPBD OKI) mencatat ratusan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Ratusan daerah rawan itu tersebar di 16 kecamatan dari total 18 kecamatan di OKI.
"Dari hasil pemetaan yang kami lakukan, terdapat 101 desa yang masuk wilayah rawan karhutla. Ratusan desa itu tersebar di 16 kecamatan di OKI," ujar Sekretaris BPBD OKI Nova Triyussanto, Rabu (15/4/2026).
Ratusan wilayah rawan karhutla itu mayoritas memiliki karakteristik lahan gambut. Hanya sebagian kecil desa yang berkarakteristik lahan mineral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mayoritas wilayah yang rawan karhutla memiliki karakteristik lahan gambut," tambahnya.
Sementara untuk wilayah yang tidak masuk wilayah rawan dipetakan BPBD OKI berada di Kecamatan Mesuji Makmur dan Lempuing.
"Dua daerah itu tidak termasuk wilayah rawan, namun tetap diwaspadai," katanya.
Dari jumlah 16 kecamatan itu, pihaknya memetakan kembali wilayah yang akan menjadi prioritas penanganan karhutla karena jumlah desanya yang rawan cukup banyak.
"Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan, jumlah desa rawan karhutla paling banyak ada di Kecamatan Tulung Selapan dengan 15 desa. Kemudian di Cengal ada di 14 desa, Sungai Menang 11 desa, Pangkalan Lampam 10 desa, Kayu Agung 9 desa," jelasnya.
"Di Kecamatan Jejawi dan Pampangan masing-masing ada di 7 desa. Pedamaran dan Tanjung Lubuk di 6 desa, Lempuing Jaya 4 desa, Pedamaran Timur 3 desa. Lalu di Mesuji, Mesuji Raya, Teluk Gelam, dan SP Padang masing-masing 2 desa, dan Air Sugihan 1 desa," sambungnya.
(dai/dai)











































