Uji Coba CFN Palembang Capai 90 Persen, Jadi Panggung Komunitas-Budaya Lokal

Sumatera Selatan

Uji Coba CFN Palembang Capai 90 Persen, Jadi Panggung Komunitas-Budaya Lokal

Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Minggu, 12 Apr 2026 12:00 WIB
Suasana meriah car free night Palembang dengan banyak penampilan komunitas lokal
Suasana meriah car free night Palembang dengan banyak penampilan komunitas lokal (Foto: Mutiara Helia Praditha)
Palembang -

Uji coba Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Kolonel Atmo, Palembang, pada Sabtu (11/4/2026) malam mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Bukan hanya itu, CFN juga menjadi panggung komunitas dan membuat budaya lokal kembali hidup.

Pemerintah Kota Palembang menilai pelaksanaan perdana ini telah berjalan mendekati sempurna dengan tingkat kesiapan mencapai 80 hingga 90 persen.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan uji coba ini memang dilakukan untuk memastikan kesiapan sebelum peluncuran resmi pada pekan depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Car Free Night Atmo ini kan sesuai namanya, penutupan jalan. Jadi memang harus kita lakukan uji coba dulu sebelum launching. Perkiraan awal kita ini 50 persen, ternyata sudah mendekati 80 sampai 90 persen," ujarnya.

Ia mengakui masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi, namun secara keseluruhan pelaksanaan sudah sesuai harapan.

ADVERTISEMENT

"Masih ada sedikit yang perlu kita rapikan dan perbaiki, tapi secara umum sudah sesuai harapan, mulai dari tatanan tenda kuliner hingga posisi atraksi," katanya.

Isnaini juga mengaku terkejut dengan tingginya antusias masyarakat yang hadir, meski kegiatan ini baru sebatas uji coba.

"Di luar dugaan langsung ramai, bahkan bisa dibilang meledak. Padahal ini baru uji coba, tapi masyarakat memang sudah lama menunggu karena CFN ini terakhir ada sebelum pandemi COVID-19," ungkapnya.

Untuk jumlah pengunjung, pihaknya tidak menetapkan target khusus. Namun dari pantauan di lapangan, ribuan warga diperkirakan memadati kawasan tersebut.

"Kita tidak ada target, sebanyak-banyaknya saja. Tapi melihat kondisi di lapangan, ini mungkin sudah ribuan pengunjung. Bahkan saya yakin ini bisa lebih ramai dari Malioboro," katanya.

Ke depan, jumlah pelaku UMKM dan atraksi seni budaya akan terus ditambah. Bahkan saat ini sudah ada daftar tunggu komunitas yang ingin berpartisipasi.

"Bukan hanya UMKM kuliner, tapi juga atraksi seni budaya. Saat ini sudah ada waiting list, ada sekitar tujuh yang belum tampil. Nanti di launching akan kita tambah lagi," jelasnya.

Ia juga menyebutkan penataan pencahayaan menjadi salah satu perhatian utama, terutama untuk mendukung penampilan atraksi di malam hari.

"Kita posisikan atraksi di bawah lampu PJU yang sudah kita tingkatkan. Kalau biasanya 60 watt, sekarang kita buat 120 watt supaya lebih terang," tambahnya.

Isnaini memastikan CFN akan digelar secara rutin setiap malam Minggu setelah resmi diluncurkan.

"Nanti setelah launching, ini akan kita gelar rutin setiap malam Minggu," tegasnya.

Lebih jauh, ia berharap CFN dapat menjadi destinasi wisata unggulan baru di Kota Palembang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Ini bukan hanya berdampak ke pariwisata, tapi juga ekonomi. Dengan CFN ini, destinasi wisata kita bertambah dari 77 menjadi 78. Kita harapkan bisa menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisata akan berdampak pada sektor lain seperti perhotelan, restoran, hingga penjualan suvenir.

"Kalau wisatawan datang, hotel akan penuh, restoran ramai, dan tentu berdampak pada PAD. Pada akhirnya ini untuk kesejahteraan masyarakat Palembang," ujarnya.

Jadi Panggung Komunitas

Berdasarkan pantauan detikSumbagsel di lapangan, sejumlah komunitas turut memeriahkan suasana, di antaranya Komunitas Barongsai, Reog, Robot, hingga penampilan band lokal seperti Band Gong Sriwijaya dan Band Golden Memory. Kehadiran mereka menambah semarak CFN yang berlangsung hangat dan penuh hiburan.

Salah satu yang menarik perhatian adalah komunitas permainan tradisional yang menghadirkan enggrang dan bakiak. Perwakilan komunitas Andes menyebut permainan tradisional kini mulai jarang ditemui dan hanya muncul di momen tertentu.

"Yang sering dilupakan orang itu paling ada saat 17 Agustus saja. Dulu di Sudirman kami sering tampil, tapi sejak ditutup jadi lama nggak tampil. Sekarang bisa tampil lagi di sini," ujarnya kepada wartawan, Sabtu.

Ia menjelaskan, saat ini komunitasnya membawa permainan enggrang dan bakiak, dengan rencana menambah variasi permainan ke depannya.

"Harapannya biar permainan tradisional ini tidak terlupakan. Kalau bisa sering diadakan lagi, seperti lomba-lomba di kampung," tambahnya.

Selain itu, komunitas Betawi juga turut ambil bagian dengan menampilkan budaya khas mereka di tengah masyarakat Palembang. Babe Mus, salah satu pengurus, mengatakan komunitas ini berawal dari inisiatif memperkenalkan budaya Betawi di Sumatera Selatan.

"Awalnya dari perguruan Betawi, lalu kami kembangkan di sini karena belum banyak yang mengenal. Dulu juga pernah tampil di Sudirman," katanya.

Ia berharap komunitasnya dapat lebih sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan agar semakin dikenal luas.

"Kalau ada event-event seperti ini kami berharap bisa diundang, supaya budaya ini bisa terus berkembang dan dikenal masyarakat," ujarnya.

Tak kalah menarik, Komunitas Pecut Samandiman Palembang juga tampil memukau dengan atraksi lecutan pecut yang khas. Pak To menjelaskan komunitasnya berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan dan kerap tampil dalam kesenian kuda lumping.

"Untuk Sumsel ini kami tergabung dari tujuh korwil, seperti Banyuasin, Muara Enim, hingga Lahat. Biasanya kami juga tampil di kesenian kuda lumping," jelasnya.

Menurutnya, kehadiran di CFN menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan komunitas pecut kepada masyarakat luas.

"Selama ini kami memang belum terlalu dikenal di Palembang. Alhamdulillah dengan adanya CFN ini, masyarakat jadi tahu kalau Komunitas Pecut Samandiman itu ada," ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads