Susu UHT Langka di Palembang karena Penurunan Distribusi-Lonjakan Permintaan

Sumatera Selatan

Susu UHT Langka di Palembang karena Penurunan Distribusi-Lonjakan Permintaan

Irawan, Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Jumat, 10 Apr 2026 19:00 WIB
Ilustrasi susu UHT
Ilustrasi susu UHT (Foto: Getty Images/nicoletaionescu)
Palembang -

Susu cair siap minum atau ultra high temperature (UHT) di Palembang, Sumatera Selatan, saat ini mengalami kelangkaan atau sulit dicari. Ternyata, penyebab dari kelangkaan itu karena pabrik mengurangi distribusi dan melonjaknya permintaan akan susu UHT.

Hal itu terungkap usai Dinas Perdagangan Sumatera Selatan (Disdag Sumsel) meninjau sejumlah distributor di Palembang.

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Henny Yulianti mengatakan kelangkaan susu UHT di wilayah Sumsel disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya karena penurunan distribusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melakukan peninjauan lapangan terhadap tiga distributor susu UHT, merek Ultra Jaya, Indomilk, dan Diamond beberapa hari lalu. Berdasarkan informasi mereka, ketersediaan susu UHT sejak bulan Februari sudah mengalami penurunan distribusi," ujarnya, Kamis (9/5/2026).

Distribusi ketiga distributor itu bersumber dari pabrik di Bekasi dan Bandung. Penurunan itu bahkan mencapai 50 persen.

ADVERTISEMENT

"Penurunannya sebanyak 40-50 persen. Kemudian, juga disebabkan ada keterlambatan pengiriman di pelabuhan," katanya.

Keterlambatan pengiriman itu diduga akibat larangan truk besar melintas di jalan umum pada saat arus mudik dan balik Lebaran yang lalu.

Sementara terkait sektor food service seperri hotel, restoran, dan kafe (horeka), Henny menyebut jika ada fasilitas untuk mereka mendapatkan produk tersebut.

"Untuk sektor food service seperti horeka, terdapat fasilitas khusus untuk pemenuhan kebutuhan susu dengan jalur distribusi langsung dari pabrik, sehingga mereka tidak terpengaruh pada stok gudang. Khususnya untuk produk susu berukuran 1 liter," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan Kota Palembang Elsa Noviani yang membenarkan adanya kelangkaan susu UHT di Palembang.

"Memang ada laporan dari distributor susu UHT, saat ini terjadi kekosongan di beberapa toko atau ritel modern," katanya kepada detikSumbagsel, Kamis.

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kelangkaan susu UHT di pasaran, terutama terkait distribusi dan tingginya permintaan.

"Distribusi dari pabrik di Bandung mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan adanya hambatan di Pelabuhan Merak-Bakauheni saat arus mudik dan arus balik Idul Fitri kemarin," jelasnya.

Menurut Elsa, pada periode tersebut distribusi logistik diprioritaskan untuk komoditas yang lebih cepat rusak.

"Produk yang masa kedaluwarsanya lebih lama seperti susu sempat ditunda pengirimannya. Prioritas diberikan pada bahan pokok yang mudah rusak seperti cabai dan bawang," ujarnya.

Selain itu, lonjakan permintaan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran turut memperparah kondisi.

"Permintaan meningkat cukup signifikan, sehingga stok yang tersedia lebih cepat habis di pasaran," tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyarankan pelaku UMKM untuk menggunakan alternatif bahan baku sementara.

"Untuk sementara bisa menggunakan susu bubuk sebagai pengganti, terutama bagi pelaku usaha yang membutuhkan susu sebagai bahan utama," katanya.

Ia berharap distribusi segera kembali normal seiring meredanya arus logistik pascaLebaran.

"Kami harapkan dalam waktu dekat pasokan kembali lancar dan stok susu UHT bisa tersedia normal di pasaran," ungkapnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads