BP3MI Siap Fasilitasi Evakuasi PMI Sumsel di Timur Tengah

Sumatera Selatan

BP3MI Siap Fasilitasi Evakuasi PMI Sumsel di Timur Tengah

Muhammad Alyuda Tri Utama - detikSumbagsel
Selasa, 03 Mar 2026 20:40 WIB
Kepala BP3MI Provinsi Sumsel Waydinsyah
Kepala BP3MI Provinsi Sumsel Waydinsyah (Foto: Istimewa)
Palembang -

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), siap menfasilitasi pekerja migran Indoneesia (PMI) asal Sumsel di timur tengah. Hal itu menyusul sedang berlangsungnya konflik perang antara Amerika-Irael vs Iran.

Meski tidak terdapat PMI asal Sumsel yang tercatat bekerja di Iran, Israel, maupun Amerika Serikat, BP3MI Sumsel memastikan tetap siaga apabila eskalasi konflik meluas dan mengancam keselamatan PMI di kawasan tersebut.

Berdasarkan data BP3MI Sumsel tahun 2024 dan 2025, terdapat 16 PMI asal Sumsel yang saat ini bekerja di sejumlah negara Timur Tengah, di antaranya Kuwait, Abu Dhabi, Dubai, Arab Saudi, dan Oman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BP3MI Provinsi Sumsel Waydinsyah mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.

"Apabila terjadi eskalasi peperangan yang meluas di wilayah Timur Tengah, BP3MI Sumsel melalui koordinasi dengan perwakilan Kementerian Luar Negeri akan memfasilitasi jalur evakuasi bagi PMI asal Sumsel untuk kembali ke Indonesia," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, langkah antisipatif ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap PMI asal Sumsel yang bekerja di luar negeri, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak konflik.

Selain kesiapan evakuasi, BP3MI Sumsel juga mengimbau masyarakat yang memiliki keluarga bekerja di kawasan terdampak konflik Timur Tengah agar segera melapor.

"Langkah ini dilakukan untuk memudahkan pendataan serta percepatan penanganan apabila situasi keamanan memburuk," jelasnya.

BP3MI Sumsel memastikan akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna memastikan keselamatan PMI asal Sumsel tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika geopolitik global.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads