Ribuan orang memadati Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menyaksikan puncak perayaan Cap Go Meh. Momen ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, namun juga menjadi ladang cuan bagi ratusan pelaku UMKM yang berjualan di area pulau.
Dalam perayaan yang mencapai puncaknya pada Minggu (1/3/2026) malam ini, terlihat ratusan lapak UMKM berjajar rapi. Bukan hanya menjajakan produk makanan dan minuman, para pedagang juga menawarkan aksesori khas Imlek, pakaian, hingga pernak-pernik unik lainnya.
Salah seorang penjual pernak-pernik Imlek, lampion, dan aksesori, helmi (38), mengaku omzetnya naik drastis dibanding hari biasa. Barang dagangannya banyak diburu wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, sebagai buah tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini benar-benar berkah. Lampion kecil, gantungan kunci, sampai aksesori naga banyak yang borong. Tadi ada turis juga yang beli banyak buat oleh-oleh," ujarnya kepada detikSumbagsel, Minggu (1/3/2026).
Wisatawan padati Pulau Kemaro hingga puncak perayaan Cap Go Meh Foto: Amir Yusuf |
Dia menyebut, penataan area pulau yang lebih rapi tahun ini membuatnya lebih nyaman berjualan. Ia memperkirakan keuntungan yang didapat hari ini bisa mencapai tiga kali lipat dari biasanya.
"Kalau hari biasa paling laku beberapa saja, sekarang stok yang saya lumayan sudah banyak yang terjual. Keuntungannya bisa buat modal lagi," sambungnya.
Tak hanya pernak-pernik, berkah serupa juga dirasakan oleh pedagang minuman dingin. Tingginya mobilitas pengunjung di tengah cuaca panas membuat lapak minuman menjadi yang paling dicari.
Salah satu pedagang minuman air mineral dan es jeruk, Puja (30), mengaku kewalahan melayani pembeli. Sejak siang hingga sore hari, ia sudah berkali-kali menambah stok minuman dingin di boks es miliknya.
"Minuman dingin paling cepat habis. Dari jam 2 siang tadi orang terus-terusan antre beli air mineral sama teh botol. Cuacanya kan panas sekali, jadi orang pasti cari yang segar-segar. Khusus hari ini kami buka lapak sampai jam 12 malam," ungkapnya.
Dia menambahkan, meski perayaan bertepatan dengan bulan puasa, penjualannya tetap tinggi karena banyak pengunjung non-muslim serta warga yang membeli untuk stok berbuka puasa di lokasi.
"Walaupun puasa, pembelinya tetap ramai. Banyak yang beli buat stok buka nanti di kapal atau sambil nunggu ritual malam. Benar-benar keuntungan ganda buat kami pedagang kecil di momen tahunan ini," tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(dai/dai)












































