Pria paruh baya di Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan ditemukan tewas tenggelam. Keluarga korban menolak melakukan autopsi atas kematian korban.
Korban diketahui bernama Imam (5) warga Desa Maura Burnai II, Kecamatan Lempuing Jaya itu ditemukan meninggal di area kebun karet di belakang rumahnya, Minggu (15/2/2026) pagi.
Dalam video yang beredar, kondisi kebun karet korban memang digenangi air yang cukup tinggi sekitar pinggang orang dewasa. Korban dan istrinya memang menyadap karet di tengah perkebunan yang digenangi air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Lempuing Jaya, Iptu Al Hafiz mengatakan korban pertama kali ditemukan warga dalam kondisi tenggelam di rawa yang berada di kebun karet,yang berjarak 20 meter dari rumahnya.
"Korban ditemukan Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB di kebun karet kondisinya sudah tidak bernyawa," ujar Kapolsek, Selasa (17/2/2026).
Menurut Al Hafiz, sebelum ditemukan tewas korban sempat pergi menyadap karet bersama istrinya pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Sekitar pukul 16.30 WIB, korban meminta istrinya pulang ke rumah untuk memasak.
Namun hingga waktu Magrib sekitar pukul 18.20 WIB, korban tidak kunjung pulang ke rumah. Istri dan anak korban lalu melakukan pencarian, tetapi tidak menemukan korban.
"Pihak keluarga kemudian meminta bantuan warga serta melapor ke Polsek Lempuing Jaya. Petugas bersama warga melakukan pencarian hingga malam hari, tetapi korban belum ditemukan," ujarnya.
Pencarian dilanjutkan keesokan harinya, hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Muara Burnai II untuk pemeriksaan awal.
"Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Estimasi korban meninggal, diperkirakan saat itu sudah 8 jam," tuturnya.
Kapolsek menambahkan berdasarkan informasi pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan keluarga juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah," tuturnya.
(dai/dai)











































