ODGJ Tewas Penuh Luka di Area Perusahaan Banyuasin, Keluarga Lapor Polisi

Sumatera Selatan

ODGJ Tewas Penuh Luka di Area Perusahaan Banyuasin, Keluarga Lapor Polisi

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Sabtu, 14 Feb 2026 17:00 WIB
Sejumlah luka yang ditemukan pada tubuh ODGJ yang ditemukan tewas di area perusahaan sawit..
Sejumlah luka yang ditemukan pada tubuh ODGJ yang ditemukan tewas di area perusahaan sawit.. (Foto: Rio Roma Dhoni)
Banyuasin -

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Banyuasin, Sumatera Selatan, bernama Yahya (27) ditemukan tewas di area perusahaan sawit. Keluarga membuat laporan polisi karena ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

Kakak korban, Ginanjar mengatakan adiknya tersebut memang ODGJ karena pernah dipukul di bagian kepalanya saat dibegal. Ia mengatakan sebelum ditemukan tewas adiknya tersebut pergi dari rumah pada Senin (9/2/2026) sore.

Kemudian pihak keluarga melakukan pencarian, namun pada Rabu (11/2/2026) adiknya tersebut dilaporkan sudah meninggal dunia di areal perkebunan sawit salah satu perusahaan sawit di Banyuasin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diinfokan dari teman awalnya bahwa adik saya sudah meninggal dan dibawa ke masjid. Hari senin sore dia pergi dari rumah. Dulu pernah dibegal dan dipukul pada bagian kepalanya, mulai dari situ adik saya depresi (ada gangguan)," katanya saat mendatangi SPKT Polda Sumsel.

Ia menjelaskan, dua hari adiknya dilaporkan hilang tersebut berdasarkan informasi dari warga masih di area permukiman warga. Ia menduga pada hari ketiga, adiknya tersebut masuk ke area perusahaan itu hingga akhirnya dilaporkan sudah meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

Kemudian Ginanjar beserta keluarga lainnya menyusul ke lokasi dan kembali menghubungi pihak perusahaan. Ternyata jenazah adiknya tersebut sudah dititipkan di salah satu masjid dan sudah dimasukkan ke dalam keranda. Setelah menjemput, jenazah korban lalu dimandikan di kediamannya.

"Awalnya pihak perusahaan mengatakan meninggalnya karena kelelahan, tapi saat jenazah dimandikan kami temukan banyak luka lebam di kepala ada benjolan, tangan kiri patah luka bolong di kaki kanan. Tapi itu tidak masuk akal kalau kelelahan. Mungkin disangka orang mau mencuri atau apakan (korban)," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban Novel Suwa dan Conie Pania Putri mengatakan laporan keluarga korban sudah diterima di Polda Sumsel dengan nomor laporan LP/B/234/II/2026/SPKT/Polda Sumsel.

"Iya kami melaporkan tentang penganiayaan yang mengakibatkan seorang meninggal dunia. Korban meninggal dunia area perusahaan (PT), korban meninggal dalam keadaan tidak wajar karena banyak luka-luka lebam," kata Novel.

Kuasa hukum menduga sebelum dilaporkan meninggal dunia, korban sempat mengalami penganiayaan. Terlebih korban ini mengalami depresi dan tidak ada potensi melakukan hal-hal berbau kriminal.

"Kami minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kematian korban. Kami memegang surat keterangan yang dikeluarkan oleh Puskesman Sukajadi bahwa korban ini memang mengalami depresi. Dengan surat itu, tidak akan ada perbuatan-perbuatan yang mengarah ke tindak kriminal (yang dilakukan korban)," tambah Conie.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads