Tingkatkan Distribusi Air Bersih, Pemkab Banyuasin Terapkan Skema Investasi

Sumatera Selatan

Tingkatkan Distribusi Air Bersih, Pemkab Banyuasin Terapkan Skema Investasi

Irawan - detikSumbagsel
Kamis, 12 Feb 2026 09:00 WIB
Ilustrasi aliran air.
Foto: Ilustrasi air (Istimewa/ Unsplash.com)
Banyuasin -

Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus berupaya meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Betuah Banyuasin. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka peluang pembiayaan melalui berbagai skema, termasuk investasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin Erwin Ibrahim, menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan akses air bersih dapat mengalir lancar setiap hari ke rumah-rumah warga. Ia menyebut peningkatan layanan akan dilakukan secara bertahap agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara menyeluruh.

"Yang terpenting air bersih bisa mengalir lebih dulu dengan lancar setiap hari. Selanjutnya kita tingkatkan secara bertahap agar cakupan layanan semakin luas," katanya kepada detikSumbagsel, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erwin mengungkapkan saat ini penyaluran air bersih di beberapa daerah teralirkan hanya dua hari dalam seminggu, hal itu banyak dikeluhkan masyarakat.

"Kita memohon maaf karena sedang berusaha untuk mengalirkan air setiap hari ke pelanggan, memang di beberapa wilayah hanya seminggu dua kali air Tirta Betuah Banyuasin teralirkan," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Perumda Tirta Betuah mengakui bahwa pelayanan air bersih di Banyuasin masih jauh dari target. Dari total potensi pelanggan yang ada, baru sekitar 30.500 sambungan atau sekitar 20 persen yang terlayani.

Direktur Utama Perumda Tirta Betuah, Hendra Gunawan, menjelaskan sejumlah kendala menjadi penyebab rendahnya cakupan layanan tersebut. Di antaranya keterbatasan anggaran, luasnya wilayah Banyuasin yang tersebar dan berjauhan, serta persoalan ketersediaan sumber air baku.

"Wilayah Banyuasin sangat luas, sementara dukungan dana masih terbatas. Selain itu, persoalan air baku juga menjadi tantangan tersendiri," katanya.

Menurut Hendra, untuk meningkatkan cakupan layanan hingga 50 persen pelanggan, dibutuhkan dana investasi yang diperkirakan mencapai Rp 500 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan jaringan pipa baru, instalasi pengolahan air, hingga peningkatan kapasitas distribusi.

Ia menambahkan, pihaknya membuka peluang bagi investor yang berminat menanamkan modal melalui skema penyertaan saham guna mempercepat pengembangan layanan air bersih.

"Kami terbuka terhadap investor strategis. Dengan tambahan modal, perluasan jaringan dan peningkatan kapasitas bisa dilakukan lebih cepat," tutupnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads