Gubernur Sumsel Ajukan Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat ke AHY

Sumatera Selatan

Gubernur Sumsel Ajukan Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat ke AHY

Rika Amelia - detikSumbagsel
Rabu, 11 Feb 2026 14:00 WIB
Gubernur Sumsel Ajukan Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat ke AHY
Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menggelar rapat terkait infrastruktur. (Dok. Diskominfo Palembang)
Palembang -

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengajukan kebutuhan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

Pengembangan pelabuhan tersebut dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan Sumsel akan pelabuhan internasional berkapasitas besar serta untuk memperkuat konektivitas dan perekonomian daerah.

Herman Deru menjelaskan bahwa proses penyediaan lahan dermaga saat ini menunjukkan kemajuan signifikan. Ia menyebut telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang terkait proses balik nama lahan dermaga seluas 60 hektare.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanjung Carat ini adalah obsesi yang hilalnya sudah kelihatan bakal terlaksana, tadi saya sudah telpon Menteri ATR mengenai balik nama lahan untuk dermaga 60 hektare," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa terdapat sejumlah lahan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang segera dialihkan kepemilikannya untuk mendukung pembangunan pelabuhan.

ADVERTISEMENT

"Ada 6 mozaik di sana milik pemrov yang segera di balik nama kan dan Pak Menteri ATR sudah berjanji hari ini mereka akan menyetujui segera dibalik namakan ke Kementerian Perhubungan," katanya.

Namun demikian, Herman Deru menegaskan bahwa setelah persoalan lahan dermaga selesai, tantangan berikutnya adalah ketersediaan akses jalan menuju pelabuhan. Ia menyampaikan kondisi Jalan Tanjung Api-Api saat ini mengalami kerusakan berat.

"Setelah lahan dermaga selesai kesepakatan selesai namun untuk menuju dermaga ini kita butuh jalan Pak, ada jalan yang namanya Tanjung Api-api itu kondisinya sekarang rusak berat" katanya.

Menurutnya, jarak dari Tanjung Api-api menuju pelabuhan mencapai sekitar sembilan kilometer, dengan kondisi medan rawa yang menyebabkan biaya pembangunan infrastruktur menjadi tinggi.

"Jalan ini macet dan rusak berat, dari Tanjung Api-api menuju pelabuhan ini ada 9 kilometer yang di butuhkan, baru 1 untuk menuju dermaga, kalau pembiayaannya murah mungkin pemprov mampu untuk memperbaiki tapi karena ini rawa jadi biayanya mahal," jelasnya.

Selain itu, kondisi jalan dari kawasan tersebut menuju Kota Palembang juga dilaporkan mengalami kerusakan berat dan menjadi akses penting menuju Bangka.

"Jalan dari sini menuju Kota Palembang itu rata-rata rusak berat dan ini juga jalan menuju ke Bangka," katanya.

Atas berbagai kendala tersebut, Gubernur Sumsel secara langsung memohon dukungan dan koordinasi dari pemerintah pusat.

"Kami mohon Pak Menko dapat membantu kami untuk mengkoordinasikannya dengan menteri terkait," tegasnya.

Menanggapi penyampaian tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa kebutuhan Sumatera Selatan akan pelabuhan internasional berkapasitas besar memang menjadi perhatian.

"Tadi pak gubernur mengatakan bahwa Sumsel membutuhkan pelabuhan internasional yang mempunyai kapasitas yang jauh lebih besar," ujarnya.

Ia berharap Pelabuhan Tanjung Carat dapat berkembang menjadi Pelabuhan New Palembang berkelas dunia yang mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Sumatera Selatan.

"Harapannya tadi jika Pelabuhan Tanjung Carat ini bisa menjadi Pelabuhan New Palembang berkelas dunia ini bisa meningkatkan kapasitas perdagangan dan meringankan biaya logistik, ekspornya bisa di genjot ini bisa memperkuat ekonomi Sumatera Selatan," tambahnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads