Penyelesaian Bendungan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel), hingga kini masih belum menemui kepastian. Bendungan yang telah dijanjikan kepada masyarakat untuk diresmikan sejak tahun 2023 itu tertunda akibat keterbatasan anggaran.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Republik Indonesia, Agus Haritrimurti menegaskan bahwa Bendungan Tiga Dihaji merupakan infrastruktur penting yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian.
"Tadi kita juga sudah membahas mengenai Bendungan Tiga Dihaji ini juga sentral dan penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah pusat akan kembali meninjau proyek tersebut dalam waktu dekat, seiring dengan agenda pembahasan ketahanan air bersih.
"Mengenai bendungan irigasi atau Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan, nanti juga akan kami lihat kebetulan beberapa hari ke depan kami juga akan menyelenggarakan tentang ketahanan air bersih kenapa kita butuh bendungan dan irigasi untuk suplai meningkatkan pertanian," katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan bahwa keterlambatan peresmian Bendungan Tiga Dihaji disebabkan oleh persoalan klasik, yakni kekurangan dana, meski proyek tersebut telah lama dinantikan masyarakat.
"Bendungan ini sudah dijanjikan ke masyarakat untuk diresmikan dari tahun 2023, alasannya sangkat klasik yaitu kurang dana," ujar Herman Deru.
Menurut Herman Deru, jika bendungan tersebut dapat diselesaikan, dampaknya akan sangat signifikan terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Dengan suplai air yang mencukupi, indeks pertanaman dapat ditingkatkan hingga IP 300.
"Padahal jika bendungan ini diselesaikan, kita dapat meningkatkan produktivitas dengan IP 300 jadi dari panen sekali atau dua kali bisa menjadi 3 kali jika suplai airnya ditambah," jelasnya.
Lebih lanjut, Bendungan Tiga Dihaji disebut akan berfungsi sebagai booster supply air bagi Bendungan Komering dan mampu mengaliri kawasan pertanian hingga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), khususnya wilayah Lempuing.
"Intinya bendungan haji ini menjadi booster supply air ke bendungan komering dan bisa sampai ke kabupaten OKI di Lempuing dan ini saya yakin Sumatera Selatan akan melampaui lima juta ton gabah kering giling jika ini selesai, semua persoalan administrasinya juga sudah selesai," tegasnya.
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com
(dai/dai)











































