Warga Desa di Tanah Abang PALI Terancam Terisolasi karena Sungai Lematang Naik

Sumatera Selatan

Warga Desa di Tanah Abang PALI Terancam Terisolasi karena Sungai Lematang Naik

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Rabu, 04 Feb 2026 20:00 WIB
Warga Desa di Tanah Abang PALI Terancam Terisolasi karena Sungai Lematang Naik
Ilustrasi banjir (Foto: Getty Images/iStockphoto)
PALI -

Warga desa di Tanah Abang, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, terancam terisolasi. Hal itu menyusul air Sungai Lematang terus naik akibat curah hujan yang cukup tinggi.

Debit air di sungai itu terus naik sejak Rabu (4/2/2026), dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 5 sentimeter hingga 130 sentimeter.

Bukan itu saja, kondisi terparah terjadi di Desa Curup. Air tidak hanya mengenangi pekarangan, tetapi sudah menyeberang badan jalan dan masuk ke lantai rumah warga. Jika debit terus meningkat, sejumlah desa dikhawatirkan bisa terisolasi akibat akses jalan terputus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan mengatakan pihaknya sejak pagi telah melakukan patroli dan monitoring langsung ke desa-desa terdampak banjir.

ADVERTISEMENT

"Debit air Sungai Lematang terpantau masih terus naik. Air sudah masuk ke pekarangan warga dan di beberapa titik mulai masuk ke rumah. Kami lakukan pemantauan ketat dan siaga penuh di lapangan," ujarnya,Rabu (4/2/2026).

Menurut Arzuan, banjir kali ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi ditambah air kiriman dari wilayah hulu Sungai Lematang, seperti Pagar Alam, Kabupaten Lahat, dan Muara Enim.

"Kondisi tersebut berpotensi membuat sejumlah desa terisolasi apabila air terus meninggi. Kami minta warga agar tetap waspada dengan kondisi ini," ujarnya.

Hingga saat ini, warga yang terdampak masih bertahan di rumah masing-masing atau menumpang ke rumah keluarga yang lebih aman.

"Aparat kepolisian bersama instansi terkait terus berjaga dan memantau perkembangan debit air Sungai Lematang secara intensif," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPBD, serta instansi terkait untuk menyiapkan posko siaga banjir dan langkah evakuasi darurat apabila kondisi memburuk.




(csb/csb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads