Sumatera Selatan (Sumsel) meraih dua penghargaan terkait stabilitas inflasi dan transformasi digitalisasi pelayanan publik dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. Penghargaan diberikan Presiden PrabowoSubianto di Jakarta, Jumat (27/11/2025) malam.
Sumsel menjadi satu-satunya provinsi yang mendapat dua penghargaan. Kedua penghargaan itu adalah TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 Kawasan Sumatera dan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Provinsi Terbaik Kawasan Sumatera 2025.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh pihak di Sumsel. Prestasi ini disebutnya bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal meningkatkan kualitas kebijakan ekonomi daerah.
"Ini adalah pengakuan yang memotivasi kita untuk bekerja lebih inovatif dan memberi layanan terbaik kepada masyarakat. Kita tidak hanya mempertahankan, tetapi harus meningkatkan," ujarnya.
Sumsel disebutnya menjadi salah satu provinsi yang konsisten menjaga pengendalian inflasi. Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) menjadi salah satu kontribusi besar menjaga stabilitas pasokan pangan masyarakat.
GSMP dinilai mampu menekan inflasi sektor pangan dengan memberdayakan masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan, kolam, dan sumber daya lokal. Model ini membuat masyarakat lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada pasar.
Sementara itu, penghargaan TP2DD menunjukkan bahwa Sumsel siap melangkah lebih jauh dalam digitalisasi. Inovasi pelayanan publik berbasis digital, transaksi non-tunai, serta peningkatan literasi digital masyarakat menjadi bagian dari sukses besar Sumsel tahun ini.
Daftar penerima penghargaan TPID terbaik 2025 selain Sumsel meliputi Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, dan Papua. Sedangkan TP2DD terbaik diberikan kepada Sumsel, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan ekonomi yang bekerja menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, tema PTBI tahun ini sangat relevan dengan arah kebijakan pembangunan nasional.
"Saya sangat setuju bahwa sinergi adalah kunci. Kita harus tangguh dan mandiri dalam menghadapi tantangan global ekonomi," tegas Presiden Prabowo.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menutup dengan menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan insentif Rp 786 miliar bagi TPID berprestasi. Dana tersebut dikonfirmasi telah tersedia melalui koordinasi dengan Menteri Keuangan.
Simak Video "Video: Bocah di Palembang Diduga Jadi Korban Pencabulan, Ortu Lapor Polisi"
(csb/csb)