Persipura Jayapura gagal promosi ke Super League setelah kalah 0-1 dari Adhyaksa FC pada laga playoff di Stadion Lukas Enembe, Jayapura. Kekalahan itu memicu kekecewaan suporter hingga berujung kericuhan di stadion.
Laga yang berlangsung pada Jumat (8/5/2026) malam itu menjadi perebutan satu tiket terakhir promosi ke Super League musim depan, menyusul PSS Sleman dan Garudayaksa. Sejak awal pertandingan, Persipura mendapat tekanan dari Adhyaksa FC yang mengandalkan duet Ramiro Fergonzi dan Adilson Silva.
Tim Mutiara Hitam beberapa kali membalas lewat serangan balik, namun kesulitan menembus pertahanan lawan. Adhyaksa akhirnya memecah kebuntuan pada injury time babak pertama lewat gol Adilson Silva usai memanfaatkan umpan Hashim Kipuw.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung panas dan keras. Persipura tampil lebih agresif demi mengejar ketertinggalan melalui Reno Salampessy, Williams Lugo, hingga Jeam Kelly Sroyer.
Beberapa pelanggaran keras sempat memicu ketegangan antarpemain. Namun hingga laga berakhir, Persipura gagal mencetak gol balasan dan harus mengakui kemenangan Adhyaksa FC dengan skor 1-0.
Suporter yang Kecewa Masuk ke Lapangan
Suporter tim tuan rumah meluapkan kekecewaan mereka dengan memasuki lapangan Stadion Lukas Enembe. Suporter yang memasuki lapangan tersebut akhirnya bertindak anarkis.
"Awalnya mungkin kekecewaan penonton karena kekalahan tim kesayangannya. Selesai, langsung sebagian penonton turun ke lapangan sehingga terjadi kericuhan," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (8/5/2026).
Suporter Persipura menginvasi lapangan usai tim kesayangannya gagal promosi ke Super League. Dokumen Istimewa |
Satu SSK personel Brimob yang siaga di dalam stadion berupaya mendorong massa keluar stadion. Namun, suporter yang berada di luar stadion juga melakukan tindakan anarkis.
"Terjadi kericuhan karena mereka didorong untuk keluar. Terus yang dari luar melakukan pelemparan kepada petugas yang jaga, terus beberapa kendaraan ada yang dibakar massa," jelasnya.
Suporter Bawa Bendera Bintang Kejora ke Lapangan
Kericuhan suporter tersebut turut terekam kamera hingga viral di media sosial. Salah satu video menunjukkan momen suporter membawa bendera Bintang Kejora ke dalam lapangan.
Dalam video beredar, ada dua orang suporter yang membawa bendera Bintang Kejora ke dalam lapangan. Polisi tidak menampik peristiwa tersebut, namun menekankan pihaknya saat ini tengah berupaya meredam kericuhan yang terjadi.
"Ya kan situasi di mana-mana, kalau lagi chaos kan kita mengutamakan keselamatan masyarakat umum dulu," ujar Kombes Cahyo.
"(Soal bendera) pasti nanti kita pelajari, termasuk penegakan hukum terutama yang terjadi perusakan dan lain sebagainya," sambungnya.
Penampakan suporter membawa bendera Bintang Kejora saat Persipura Vs Adhyaksa FC berakhir ricuh. Dokumen Istimewa |
Suporter Bakar Mobil Penonton dan Ambulans
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan turut melaporkan insiden kericuhan suporter tersebut. Dia menyebut ada kelompok suporter yang melakukan pembakaran.
"Massa di barat sama timur, terbagi 2. Ini terjadi pembakaran mobil-mobil penonton di depan (stadion)," ujar AKBP Dionisius saat dihubungi detikcom, Jumat (8/5) malam.
Diketahui, suporter membakar berbagai jenis mobil, seperti ambulans, minibus, hingga truk. Namun Kombes Cahyo mengatakan pihaknya belum dapat merinci jumlah mobil yang dibakar.
"Soal kerugian kita masih pendataan," jelasnya.
Mobil terbakar di luar Stadion Lukas Enembe usai laga Persipura Vs Adhyaksa FC. Dokumen Istimewa |
Polda Kendalikan Situasi Usai Tambah 2 SSK Brimob
Polda Papua menyikapi kericuhan yang kian memanas itu dengan menambah kekuatan personelnya. Sebanyak 2 SSK Brimob tambahan diterjunkan untuk mengendalikan massa yang ricuh.
"Ada tambahan 2 SSK, karena kan di dalam awalnya ada 1 SSK, kemudian ada penambahan 2 SSK, jadi total 3 SSK," sambungnya.
Tambahan pasukan Brimob itu membuat aparat mampu memukul mundur hingga membubarkan massa. Kendati massa bubar, polisi masih bersiaga di Stadion Luka Enembe untuk mencegah kericuhan susulan.
"Kericuhan jam 19.30 WIT, satu jam kemudian lah sudah bisa dikendalikan. Karena kan ada penebalan dari Brimob," ujar Cahyo.
"Jadi kita dorong massa keluar, bubar, terakhir arus lalu lintas sudah lancar," jelasnya.
(hmw/hmw)














































