Flare-Petasan Lolos Masuk Saat Laga PSM Vs Persita, Polisi: Kurang Penerangan

Flare-Petasan Lolos Masuk Saat Laga PSM Vs Persita, Polisi: Kurang Penerangan

Ardiansyah - detikSulsel
Selasa, 03 Mar 2026 15:30 WIB
Suporter PSM Makassar masuk lapangan dengan melempat flare dan petasan usai laga lawan Persita di Stadion Gelora BJ Habibie.
Foto: Suporter PSM Makassar masuk lapangan dengan melempat flare dan petasan usai laga lawan Persita di Stadion Gelora BJ Habibie. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Pertandingan PSM Makassar melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora BJ Habibie diwarnai dengan penyalaan flare dan petasan. Pihak kepolisian mengakui barang-barang terlarang tersebut berhasil menembus barikade pemeriksaan petugas di pintu masuk.

"Terkait dengan flare maupun petasan yang bisa sampai ke dalam, memang kita akui itu kita bukan kecolongan, tetapi bisa berhasil lolos," ujar Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yuda kepada detikSulsel, Selasa (3/3/2026).

Indra menjelaskan, pelaksanaan pengamanan di malam hari terkendala jarak pandang petugas. Terbatasnya pencahayaan di titik-titik pemeriksaan menjadi celah bagi suporter untuk membawa barang terlarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang kita melihat saat ini kondisi pengamanan yang dilaksanakan pada malam hari, kita terbatas dengan visual. Ada beberapa titik pengamanan pemeriksaan itu memang tidak didukung oleh pencahayaan yang baik sehingga beberapa barang-barang terlarang ini bisa masuk ke dalam stadion," jelasnya.

Selain kendala teknis pencahayaan, jumlah personel pengamanan pada laga kali ini juga berkurang. Kebijakan itu diambil berdasarkan estimasi jumlah penonton yang hadir di stadion.

ADVERTISEMENT

"Jadi ini menyesuaikan dengan jumlah tiket yang terjual. Dan juga memang kita melihat bahwa dari perkiraan intelijen dan juga masukan dari rekan-rekan PSM bahwa jumlah penonton akan sedikit," ungkapnya.

Menurutnya, penurunan jumlah personel ini dilakukan secara terukur. Juga tetap mempertimbangkan aspek keamanan.

"Sehingga kita bisa mengurangi sedikit, sedikit saja kita mengurangi jumlah personel kita yang terlibat dalam pengamanan ini," katanya.

Meski sempat diwarnai penyalaan flare, Kapolres Parepare memastikan situasi secara umum tetap terkendali hingga laga usai. Dia menyebut riak-riak yang terjadi di tribun merupakan bentuk ekspresi suporter.

"Untuk situasi dan kondisi pada saat selesainya pertandingan antara PSM dan Persita Tangerang, alhamdulillah bisa berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif," kata Indra.

Indra menilai riak-riak dari suporter sebagai bentuk motivasi agar tim kebanggaan mereka bisa tampil lebih maksimal di laga berikutnya. Menurutnya penyampaian aspirasi itu hal yang wajar.

"Meskipun memang tadi setelah pertandingan ada sedikit riak-riak, tetapi itu merupakan wujud penyampaian aspirasi dan motivasi dari para suporter PSM kepada tim PSM Makassar. Agar ke depannya bisa lebih baik lagi sehingga bisa meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya," pungkasnya.

Untuk diketahui, suporter PSM mengamuk masuk lapangan melempar flare hingga meletuskan petasan. Hal itu menyusul kekalahan skuad Juku Eja di kandang oleh Persita Tangerang dengan skor 2-4, Senin (2/3) malam.

Suporter masuk ke lapangan usai laga PSM Vs Persita berakhir. Para suporter dari tribun selatan memanjat pagar pembatas.

Kemudian suporter menyerang bench dari PSM Makassar. Ada suporter yang menyalakan flare masuk ke lapangan dan meletuskan dua kali petasan.




(ata/asm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads