Warga Parepare Panik Kebakaran Lahan Nyaris Merembet ke Sekolah-Permukiman

Warga Parepare Panik Kebakaran Lahan Nyaris Merembet ke Sekolah-Permukiman

Ardiansyah - detikSulsel
Rabu, 02 Sep 2026 19:09 WIB
Kebakaran lahan di dekat SMPN 12 Parepare.
Foto: Kebakaran lahan di dekat SMPN 12 Parepare. (dok. istimewa)
Parepare -

Kebakaran lahan seluas satu hektare di dekat SMPN 12 Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), memicu kepanikan warga sekitar. Kobaran api yang cepat membesar dikhawatirkan merembet ke sarana pendidikan dan permukiman penduduk.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Manunggal, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Parepare pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.05 Wita. Embusan angin kencang di lokasi membuat kobaran api cepat meluas.

"Ini berdekatan dengan sarana pendidikan dengan rumah warga. Ini memang tadi karena tiupan angin yang kencang, ini sempat membikin warga di sana sempat panik," kata Kabid Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Parepare, Fransiskus kepada detikSulsel, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum petugas Damkar tiba di lokasi, warga setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Penanganan awal dilakukan secara manual untuk mencegah api mendekati rumah.

"Ada penanganan awal oleh masyarakat sekitarnya itu dilakukan secara manual," ujar Fransiskus.

ADVERTISEMENT

Setelah menerima laporan dari warga, petugas Damkar segera bergerak ke lokasi kejadian. Kesiapsiagaan petugas membuat api bisa segera dikendalikan sebelum menjangkau bangunan sekitar.

"Laporan kita terima ini Pak, langsung kita tindak lanjuti. Jadi cepat kita kuasai tadi karena kawasannya sebagian ini sudah ditangani secara manual," ungkapnya.

Fransiskus menjelaskan, kemunculan api yang tiba-tiba diperparah oleh tiupan angin kencang di lokasi. Kondisi ini membuat pergerakan api menjadi sangat cepat dan dinamis.

"Menurut keterangan warga di sana, ini tiba-tiba ada muncul api. Karena apinya ini dibawa oleh angin, tentu pergerakan api ini lebih cepat dengan kondisi angin yang kencang," jelasnya.

Namun upaya manual warga tidak mampu sepenuhnya menghentikan laju api. Petugas Damkar yang tiba langsung mengambil alih penanganan dengan penyemprotan dan isolasi area.

"Kita isolasi tadi di lokasi karena ini sudah di tengah pemukiman warga. Kita coba mempersempit pergerakan api kemudian kita lakukan pendinginan," paparnya.

Proses pemadaman akhirnya berhasil diselesaikan setelah petugas berjibaku melawan kendala angin kencang selama sekitar satu jam. Luas area yang terbakar dipastikan mencakup lebih dari satu hektare lahan gambut dan semak belukar.

"Kurang lebih itu 30 sampai 45 menit tadi, karena yang tantangan kami di sana, kesulitan kami adalah angin. Luasnya kurang lebih ada 1 hektar lebih. Armada yang kita turunkan tadi ini ada 3 unit," pungkasnya.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads