Sebanyak lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare. Kepulangan mereka merupakan bagian dari rombongan 42 PMI yang dipulangkan dari Negeri Jiran gegara masalah dokumen keimigrasian.
Pantauan detikSulsel, para PMI terlihat tiba di Pelabuhan Parepare, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 09.40 Wita. Mereka diangkut kapal rute Nunukan-Parepare KM Thalia.
Dari 5 PMI yang tiba, ada 4 wanita dan 1 orang pria. Mereka tiba mengenakan pakaian biasa bukan kaos dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian mereka diarahkan ke terminal pelabuhan untuk didata satu per satu. Selanjutnya mereka dipulangkan yang difasilitasi pihak LTSA PMI Disnakertrans Sulsel.
"PMI yang tiba hari ini tuh sebanyak 5 orang. Harusnya 6 orang, tapi 1 orang itu dia dijemput oleh suaminya di Nunukan," ujar Koordinator P4MI Parepare, Laode Nur Slamet kepada detikSulsel di pelabuhan.
Para PMI tersebut menempuh perjalanan pulang secara mandiri hingga ke Kalimantan Utara. Setelah tiba di Nunukan, proses kepulangan mereka menuju Parepare mendapat fasilitasi dari BP3MI setempat.
"Dari Malaysia mereka sebenarnya pulang secara mandiri, biaya sendiri. Tetapi setelah tiba di Nunukan difasilitasi oleh BP3MI Kalimantan Utara, pulang sampai ke Parepare ini," tuturnya.
Kelima PMI yang tiba terdiri dari dua warga Palopo, dua warga Bulukumba, dan satu warga Bone. Laode menegaskan pemulangan ini murni terkait masalah izin tinggal dan bukan karena keterlibatan dalam kasus kriminal.
"Ada yang tidak punya dokumen ketenagakerjaan, kemudian juga yang 2 orang itu overstay karena izin tinggalnya sudah lewat," terang Laode.
Setibanya di Pelabuhan Parepare, dua PMI asal Palopo langsung dijemput oleh pihak keluarga. Sementara itu, PMI asal Bulukumba dan Bone akan dipulangkan ke daerah masing-masing dengan bantuan instansi terkait.
"Dua orang asal Palopo dijemput oleh keluarganya. Dari Bulukumba dan Bone akan difasilitasi oleh LTSA Parepare," jelasnya.
Laode membeberkan, saat ini masih ada ribuan PMI di Malaysia yang tengah menunggu giliran untuk dipulangkan. Proses pemulangan tersebut dilakukan secara bertahap seiring dengan penyelesaian administrasi keimigrasian.
"Di Malaysia masih ada sekitar 3.000-an orang menunggu proses pemulangan lanjutan. Sementara diurus administrasi agar mereka bisa dipulangkan ke Indonesia," kata Laode.
Sepanjang tahun ini, Pelabuhan Parepare tercatat telah menerima ratusan PMI yang dipulangkan dari Malaysia. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring berjalannya proses pemulangan bertahap.
"Untuk tahun ini mulai dari Januari sampai Juli sudah sekitar 500 orang lebih dipulangkan ke Parepare," katanya.
Laode juga mengungkapkan kendala petugas dalam mendeteksi keberangkatan PMI ilegal melalui Pelabuhan Parepare. Mengingat statusnya sebagai pelabuhan transit domestik, para calon PMI kerap mengelabui petugas terkait tujuan akhir mereka.
"Kita di sini hanya pelabuhan transit, bukan pintu debarkasi ke luar negeri. Kita agak kesulitan mendeteksi masyarakat karena kalau ditanya mereka jawabnya hanya mau ke Nunukan," ungkapnya.
