Pemkot Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), memangkas jumlah anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dari 70 orang menjadi 35 personel untuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI. Legislator menilai pemangkasan personel Paskibra karena efisiensi tidak masuk akal.
"Sangat miris melihat kondisi ini. Mereka ini dipersiapkan untuk momen bersejarah. Kalau alasannya efisiensi anggaran, ini tidak masuk akal bagi saya," kata Anggota DPRD Parepare dari Fraksi PKB Andi Muh Fudail kepada detikSulsel, Jumat (17/7/2026).
Dia mengatakan Pemkot seharusnya tidak melakukan pemangkasan anggaran untuk peringatan HUT ke-81 RI. Apalagi berdampak langsung ke jumlah personel Paskibra yang akan bertugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan korbankan upacara Hari Kemerdekaan. Kita harus memberikan penghormatan maksimal pada hari itu," ujarnya.
Hal senada disampaikan legislator PPP, Rudi Najamuddin. Dia lantas meminta komisi terkait segera memanggil Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Parepare membahas pelemok ini.
"Jangan sampai kita berdalih tidak ada anggaran. Ini persoalan nasionalisme dan harga diri daerah. Masa Parepare melaksanakan Paskibraka tanpa Pasukan 45 sementara daerah lain lengkap? Saya minta komisi terkait segera panggil Kesbangpol," tegas Rudi.
Rudi mengatakan, anggaran kegiatan kenegaraan bersifat krusial dan tidak boleh dipangkas sepihak. Pemkot diminta jeli memangkas program yang tidak mendesak, bukan anggaran pengibaran bendera.
"Soal negara seperti ini adalah harga mati. Justru banyak kegiatan lain yang tidak terlalu urgen dan boros yang harusnya diefisiensikan, bukan anggaran pengibaran bendera pusaka," imbuhnya.
Diketahui, Pemkot Parepare melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memangkas kuota anggota Paskibra dari 70 orang menjadi 35 personel untuk upacara HUT ke-81 RI. Pengurangan dari kuota normal dilakukan imbas adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Parepare, Andi Ferial mengatakan tidak ada pemotongan anggaran secara sepihak di tengah jalan. Jumlah personel yang direkrut tahun ini murni menyesuaikan dengan pagu anggaran daerah yang tersedia sejak awal.
"Kami hanya melaksanakan kesesuaian anggaran yang tersedia untuk tahun ini. Jadi bukan dipangkas (di tengah jalan), memang anggarannya masuk seperti itu dan disesuaikan dengan efisiensi beberapa kegiatan di Parepare," kata Andi Ferial kepada detikSulsel, Kamis (16/7).
Ferial menuturkan, kebijakan efisiensi itu memangkas pagu anggaran Paskibra menjadi Rp 300 juta. Anggaran tersebut anjlok jika dibandingkan dengan alokasi tahun lalu yang mampu menyentuh angka Rp 600 juta.
"Yang saat ini Rp 300 (juta)-an lebih. Kalau tahun lalu Rp 600 juta-an ya, (turun) 50 persen," sebut Ferial.
Dia menambahkan bahwa hasil rekrutmen Paskibra tahun ini menjaring 38 personel. Namun satu orang dikirim ke tingkat pusat di Istana Negara dan dua orang diutus bertugas di tingkat Provinsi Sulsel.
"Keseluruhannya ini 38 orang. Satu ikut di pusat di Istana Negara, dua di provinsi, dan 35 di Kota Parepare," pungkasnya.
