Warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai ramai menukarkan uang baru menjelang Lebaran Idul Fitri 2026. Penukaran uang baru itu dibatasi dengan limit Rp 5,2 juta setiap orang.
Pantauan detikSulsel, Selasa (3/3/2026) warga terlihat memadati Gedung Islamic Center Parepare. Mereka tampak duduk menunggu nomor antrean.
Pihak perbankan terlihat menyiapkan 5 loket tempat penukaran uang baru. Para warga terlihat menukarkan sejumlah uang baru dengan berbagai pecahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya ini lagi tukar uang baru. Tentunya untuk kegiatan hari raya," kata salah seorang warga bernama Irma kepada detikSulsel di lokasi.
Irma mengaku sudah bersiap sejak jauh hari agar bisa mendapatkan kuota penukaran resmi. Dia rela memantau pendaftaran online agar proses penukaran lebih terjamin dan aman.
"Tentunya harus mendaftar di link kemarin. Kemarin untuk wilayah luar Jawa itu mendaftar melalui link pada tanggal 27 kemarin," ujarnya.
Dia menjelaskan, sistem aplikasi ini membantunya mendapatkan kepastian waktu dan tempat penukaran. Menurutnya, penukaran uang baru itu lebih mudah dan tidak dipungut jasa penukaran.
"Setelah itu mendapatkan nomor antrean. Dari nomor antrean itu nanti akan dipilih untuk bank dan tanggal penukaran uang. Sejauh ini sih kami enggak pakai jasa penukaran," katanya.
Untuk kebutuhan Lebaran tahun ini, Irma mengaku menukarkan uang dalam berbagai pecahan kecil. Dia mengatakan, uang itu untuk dijadikan hadiah tunjangan hari raya (THR).
"Hari ini cuma mau menukar Rp 2,8 juta saja, uang Rp 20 ribu, Rp 5 ribu, sama uang Rp 2 ribu, Rp 1.000. Uangnya untuk kegiatan, tentunya untuk hari raya," jelasnya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Riki Satria mengatakan respons warga, khususnya di Parepare, sangat cepat. Dia mengungkapkan, warga antusias dengan program penukaran uang baru itu.
"Antusiasme masyarakat, khususnya di Parepare, sangat tinggi. Bahkan respons pendaftaran melalui aplikasi berlangsung dengan cepat sejak dibuka," ungkap Riki.
Tahun ini, BI menaikkan limit penukaran uang. Jika sebelumnya dibatasi Rp 4,2 juta, kini setiap orang bisa menukarkan uang hingga Rp 5,2 juta.
"Iya bisa tukar paling banyak itu atau limitnya Rp 5,2 juta setiap pendaftar," katanya.
Riki menjelaskan, penggunaan aplikasi bertujuan agar proses di lapangan tetap kondusif. Dia memilih melakukan pendaftaran secara online agar penukaran berjalan tertib.
"Dalam pelaksanaannya, penukaran uang kini menggunakan sistem berbasis aplikasi guna menghindari kepadatan dan memastikan proses berjalan lebih tertib. Masyarakat yang telah mendaftar diwajibkan melakukan verifikasi dengan membawa KTP saat datang ke lokasi," jelas Riki.
Terkait jenis pecahan, Riki menyebutkan pilihannya cukup beragam, mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 50.000. Selain itu, ada keistimewaan untuk uang edisi khusus.
"Masyarakat juga dapat menukarkan uang pecahan Rp 75.000 tanpa batasan tertentu di luar mekanisme pendaftaran aplikasi," katanya.
Selain melestarikan tradisi, BI Sulsel menekankan pentingnya merawat uang. Menurutnya, wilayah Sulsel memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas uang kartal.
"Oleh karena itu, edukasi mengenai cara merawat uang juga menjadi bagian penting dari kegiatan Serambi BI," pungkasnya.
(asm/hsr)











































