Tarawih Pertama, Jemaah Masjid Al Banjar Parepare Meluber hingga ke Jalanan

Tarawih Pertama, Jemaah Masjid Al Banjar Parepare Meluber hingga ke Jalanan

Ardiansyah - detikSulsel
Rabu, 18 Feb 2026 20:33 WIB
Warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), antusias melaksanakan salat tarawih pada malam pertama Ramadan 1447 Hijriyah.
Foto: Warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), antusias melaksanakan salat tarawih. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), antusias melaksanakan salat tarawih pada malam pertama Ramadan 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi. Sangkin antusiasnya, jemaah di Masjid Al Banjar Parepare meluber hingga ke jalan raya.

Pantauan detikSulsel, Rabu (18/2/2026) Masjid Al Banjar dipadati jamaah salat tarawih. Saf salat jamaah terlihat meluber hingga di pertigaan Jalan Lapansiung dan Jalan Andi Makkasau, Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang.

Mereka salat dengan beralaskan terpal yang disiapkan panitia. Jalan yang dipenuhi jamaah tampak ditutup sementara. Kendaraan dialihkan ke Jalan Veteran dan Jalan Lasinrang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panitia Pembangunan Masjid Al Banjar, Yusuf mengatakan, kondisi jamaah membludak bukan hal baru. Kondisi itu telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

"Sudah berpuluh-puluh tahun. Semenjak saya masih anak-anak di sini memang sudah seperti itu (jemaah sampai ke jalan)," ujar Yusuf kepada detikSulsel di lokasi.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, pihak panitia menyiapkan pembagian tugas untuk menyambut jamaah. Petugas khusus telah dibagi untuk pemasangan tenda, menggelar dan menggulung tikar, hingga petugas yang mengedarkan celengan atau kotak amal.

"Kita bagi tugas ke semua panitia pengurus. Kami fasilitasi jamaah dengan tenda dan menyiapkan sajadah," bebernya.

Terkait penggunaan fasilitas umum, pihak masjid juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota dan pihak kepolisian. Dia mengaku sudah diizinkan pihak kepolisian dan Pemkot.

"Kemarin ada pertemuan di Balai Kota. Kami sampaikan karena aturannya tidak boleh ada toa (pengeras suara) yang keluar, sedangkan jamaah kita banyak. Akhirnya disetujui karena pemerintah sudah tahu kondisi di Al Banjar ini," jelasnya.

Selain karena lokasinya yang strategis, Masjid Al Banjar menjadi primadona bagi para musafir dan pedagang. Hal ini karena pelaksanaan salat tarawih di masjid ini lebih cepat dibandingkan tempat lain.

"Kebanyakan di sini musafir, banyak orang dari Jawa juga singgah karena terkenal cepat. Jadi kalau ada orang yang punya kepentingan atau pedagang yang mau buru-buru, di sini tempatnya," pungkasnya.



(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads