Sejumlah warga menyoroti terkait kondisi jembatan gantung Pajalesang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pasalnya, jembatan yang telah memakan korban tersebut telah berusia lebih dari 10 tahun dan memiliki alas kayu yang rapuh.
"Saya harapkan kepada pemerintah dengan adanya korban ini harus segera direnovasi karena ini jembatan kurang lebih hampir mi 15 tahun, intinya lebih 10 tahunlah. Karena ini akses utama dari Cempaka menuju Pajalesang," kata warga bernama Masran kepada detikSulsel, Rabu (11/2).
Masran menuturkan, pemerintah seharusnya cepat tanggap mengenai kondisi jembatan tersebut. Jembatan tersebut adalah akses utama bagi para pelajar dan pekebun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan kami pemerintah cepat tanggap, apatalagi di sebelah itu banyak anak sekolah karena di sebelah itu tidak ada sekolah yang ada sekolah dekat kantor lurah," ucapnya.
Masran mengungkapkan, dirinya kerap kali menemui siswa Sekolah Dasar (SD) yang memaksakan diri menyeberangi jembatan tersebut. Menurutnya, hal itu dilakukan para siswa lantaran akses putar yang terbilang jauh.
"Biasa kodong begini caranya menyeberang (sambil memeraktikkan siswa memegang besi ujung jembatan saat berjalan), na itu sangat berisiko, mau juga lewat jalan lain jauh sekali," jelasnya.
Dia menjelaskan, Wali Kota Palopo, Naili Trisal bersama Dinas Pekerjaan Umum telah datang berkunjung ke lokasi tersebut pada September 2025. Namun, hingga jembatan tersebut menelan korban jiwa belum ada perbaikan apapun.
"Dulu itu Ibu Wali sempat ke sini, kalau tidak salah September, dia bersama Kabid PU dan orang Balai. Katanya mau diperbaiki tapi sampai sekarang belum ada," tegasnya.
"Padahal kalau saya tidak salah, hampir setiap tahunnya pemerintah kelurahan itu mengusulkan renovasi jembatan lewat Musrenbang karena merupakan objek vital," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, jembatan gantung itu menelan korban jiwa gegara kayu alasnya yang rapuh. Korbannya yakni seorang pria bernama Marwan (50) yang tewas usai terjatuh dari ketinggian 6 meter.
Pantauan detikSulsel di Jembatan Gantung Pajalesang, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Palopo pada Rabu (11/2) sekitar pukul 10.30 Wita, jembatan tersebut nampak begitu horor. Terlihat sekeliling jembatan dipenuhi pohon dan semak belukar.
Jembatan tersebut memiliki panjang 86 meter dan lebar kurang lebih 2 meter. Nampak pula, alas kayu jembatan telah bolong di beberapa bagian.
Selain itu, besi penahan alas kayu jembatan terlihat sudah sangat berkarat. Serta slim besi penahan jembatan dalam kondisi yang sama.
"Kalau jembatan ini sendiri dibangun sudah lebih dari 10 tahun, dan memang kondisinya tidak layak digunakan lagi," ujar Lurah Pajalesang, Irwan kepada detikSulsel, Rabu (11/2).
(asm/sar)











































