Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin mewanti-wanti acara perayaan HUT ke-81 RI tetap harus menjaga norma yang baik. Appi melarang penyelenggara melibatkan wanita pria (waria) hingga anak-anak yang berpakaian tidak senonoh.
Hal tersebut disampaikan Appi pada Rapat Koordinasi Forkopimda tentang situasi keamanan dan ketertiban di Novotel Grand Shayla, Makassar, Kamis (13/8/2026). Appi awalnya menegaskan dirinya akan memantau langsung kegiatan-kegiatan yang digelar di berbagai kecamatan.
"Insyaallah, saya, Pak Kapolres, Pak Forkopimda akan berjalan keliling ke beberapa kegiatan kecamatan," ucap Appi dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Appi kemudian menekankan kepada para camat di Makassar untuk memastikan langsung kegiatan-kegiatan masyarakat di lapangan. Dia meminta perayaan HUT RI harus memiliki dasar yang jelas dan menjaga norma di tengah masyarakat.
"Dan di kegiatan kegiatan itu selalu saya sampaikan tolong menampilkan Pak Camat khususnya menampilkan acara yang punya dasar-dasar dan nilai-nilai norma yang baik," jelasnya.
Appi mengatakan, panggung perayaan HUT RI tidak diperbolehkan bagi anak-anak yang berbusana tidak senonoh. Terutama tarian-tarian yang dilakukan anak di bawah umur dan biasanya ditampilkan sebagai hiburan.
"Mohon maaf di panggung anak kecil di bawah umur tampil dengan pakaian (tidak) senonoh. Saya nda mau lihat lagi dance anak-anak kecil yang belum sampai umurnya itu sudah akan memancing. Demikian juga anak kecil saja dilarang apalagi orang tua, nenek-nenek," katanya.
Selain itu, Appi dengan terang-terangan menegaskan waria tidak boleh diberikan panggung untuk tampil pada peringatan HUT RI. Dirinya menilai sikap waria tidak boleh dinormalisasikan sebagai lelucon.
"Yang kedua jangan juga mengeksploitasi waria-waria yang ada, nda usah dikasih panggung lah, bukan bahan tertawaan, bukan buat bahan lucu-lucuan. Itu kami berharap ini kita bisa menjaga kondusifnya," tegasnya.
Dirinya berharap larangan ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat. Menurutnya, ini sebagai upaya untuk menjaga kondusifitas peringatan HUT RI.
"Berikutnya solidaritas RT/RW, keterlibatan tokoh masyarakat dan Babinkabtimas dan Babinsa untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam rangka acara menyambut hari ulang tahun Republik Indonesia," imbuhnya.
Appi menuturkan, tradisi masyarakat saat peringati HUT RI lazimnya dilakukan festival hingga pesta rakyat. Olehnya itu, ia mengatakan kerumunan masyarakat sering kali terjadi sehingga perlu diantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Ini menjadi hal yang sangat penting yang harus kita lakukan secara bersama karena di hari kemerdekaan ini khususnya di beberapa wilayah yang biasa dirangkaikan dengan pesta rakyat maupun malam-malam apresiasi seni dan budaya, banyak masyarakat di dalamnya sehingga perlu diantisipasi," ucapnya.
"Maksimal yang harus kita perhatikan secara bersama karena tidak jarang di kerumunan kadang-kadang terjadi hal-hal kecil yang berujung pada sebuah tragedi," pungkasnya.
