Tren Senjata Mainan di Makassar Kian Meresahkan, Camat-RT/RW Jangan Diam

Tren Senjata Mainan di Makassar Kian Meresahkan, Camat-RT/RW Jangan Diam

Sahrul Alim - detikSulsel
Senin, 02 Mar 2026 13:50 WIB
Ketua Komisi D DPRD Makassar Ari Ashari Ilham mendesak camat hingga RT/RW tidak tinggal diam menyikapi tren perang senjata mainan.
Ketua Komisi D DPRD Makassar Ari Ashari Ilham. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

DPRD Makassar turut menyoroti tren 'perang' senjata mainan yang kian meresahkan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Camat, lurah, hingga ketua RT/RW didesak aktif melakukan pencegahan gangguan ketertiban umum imbas tren yang muncul selama Ramadan ini.

"Ini kan kita ada ketua RT/RW, ada petugas-petugas TNI/Polri di bawah, ini harusnya dimaksimalkan untuk mereka mengegah dari sektor yang paling kecil seperti itu, memang senjata mainan, tapi ujungnya bisa tawuran atau perang kelompok, ini bisa jadi pemicu," ujar Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham kepada detikSulsel, Senin (3/2/2026).

Ari menyebut aktivitas tersebut kerap disertai pelanggaran lalu lintas dan tindakan yang memicu keributan, sehingga berpotensi berujung pada persoalan pidana. Menurut dia, fenomena itu memang identik terjadi pada bulan Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak-anak itu rata-rata kalau setelah tarawih sampainya sahur, itu banyak sekali lakukan konvoi-konvoi, pawai-pawai keliling," katanya.

Peran ketua RT/RW, lanjut Ari, harus dimaksimalkan karena mereka merupakan perpanjangan tangan pemerintah di tingkat paling bawah. Ketua RT/RW dinilai memiliki posisi strategis untuk mengimbau para remaja di wilayah masing-masing agar tidak melakukan kegiatan yang mengganggu ketertiban warga.

ADVERTISEMENT

"Peran RT/RW kita harus dimaksimalkan karena mereka ini kan perpanjangan tangan pemerintah yang paling bawah. Sehingga mereka yang bisa mengimbau kepada anak-anak muda di wilayah masing-masing untuk tidak melakukan hal-hal yang mengganggu ketertiban orang lain," jelasnya.

Selain itu, RT/RW juga diminta berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dengan pengawasan yang dikomandoi oleh lurah dan camat setempat agar berjalan efektif. Jika pola pengawasan ini berjalan baik, kata Ari, bukan hanya potensi tawuran akibat penggunaan senjata mainan yang dapat dicegah, tetapi juga berbagai bentuk gangguan ketertiban lainnya.

"RT/RW harus berkoordinasi dengan Babinsa dan Binmas, tapi kegiatan itu harus dikomandoi oleh lurah/camat masing-masing bagaimana agar pengawasan ini efektif," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan berpeluru plastik hingga jeli marak terjadi selama Ramadan di Makassar. Polisi pun akan mengintensifkan patroli menyusul ramainya penggunaan senjata mainan yang dipakai untuk aksi saling tembak di sejumlah wilayah.

Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin pun geram dengan fenomena ini. Appi menilai tren tembak-tembakan dengan peluru jeli dan butiran plastik itu sudah berlebihan dan tidak bisa dibiarkan.

"Iya itu saya minta persoalan ini jangan dianggap main-main," ujar Appi kepada wartawan di Balai Kota Makassar, Senin (2/3).

Appi menilai permainan ini sudah di luar batas kewajaran karena dilakukan dengan saling kejar-kejaran pakai motor. Dia meminta semua pihak melakukan pencegahan.

"Penggunaannya juga kadang-kadang sudah berlebihan, dipakai di atas motor tembak-tembak dari atas motor menurut saya ini persoalan yang tidak bisa dibiarkan, harus semua pihak harus mampu menahan," katanya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads