Appi Pelajari Tata Kelola JIS demi Matangkan Proyek Stadion Untia Makassar

Appi Pelajari Tata Kelola JIS demi Matangkan Proyek Stadion Untia Makassar

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Kamis, 05 Feb 2026 15:16 WIB
Appi Pelajari Tata Kelola JIS demi Matangkan Proyek Stadion Untia Makassar
Foto: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin saat mengunjungi Jakarta International Stadium (JIS). (dok. Humas Pemkot Makassar)
Makassar -

Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin kembali melakukan studi lapangan ke Jakarta International Stadion (JIS) di tengah rencana pembangunan Stadion Untia di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Appi datang untuk mempelajari sistem tata kelola stadion berstandar internasional tersebut.

Appi mengunjungi JIS didampingi sejumlah pejabat Pemkot Makassar, Rabu (4/2/2026). Appi disambut langsung oleh Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (JakPro), Iwan Takwin selaku pengelola JIS.

"Kunjungan ke JIS untuk pembangunan stadion baru (Stadion Untia) di Kota Makassar, tidak hanya difokuskan pada aspek fisik dan konstruksi semata, tetapi juga pada tata kelola pengelolaan stadion secara berkelanjutan," kata Appi dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kunjungannya, Appi mendengar pemaparan pengelola JIS terkait aspek pembangunan stadion, mulai dari perencanaan konstruksi, pemilihan material, sistem keamanan, hingga pengelolaan stadion pasca-pembangunan.

Studi lapangan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi Pemkot Makassar dalam memastikan pembangunan stadion Untia berjalan optimal, berkualitas, dan berkelanjutan. Appi menegaskan, kunjungannya untuk mempelajari sistem pengelolaan stadion modern yang berstandar internasional.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pembahasan tidak lagi terpusat pada konstruksi bangunan. Dia ingin mendalami bagaimana stadion dikelola, dirawat, serta dimaksimalkan fungsinya agar memberikan manfaat jangka panjang.

"Kita berada di Jakarta International Stadium atau JIS. Kita sudah tidak lagi datang untuk berbicara soal konstruksi, tetapi ingin melihat dan mempelajari bagaimana tata kelola pengelolaannya, bagaimana sistem maintenance, serta apa saja yang bisa dilakukan selain fungsi utama sebagai stadion sepakbola," jelas Appi.

Pemkot Makassar berharap dapat mengadopsi praktik terbaik dari pengelolaan JIS untuk Stadion Untia nantinya. Kehadiran Stadion Untia diharapkan dikelola secara profesional demi mendukung kemajuan olahraga serta kegiatan ekonomi dan hiburan di Makassar.

Appi menambahkan, stadion modern saat ini harus mampu bertransformasi menjadi fasilitas multipurpose yang dapat menampung berbagai kegiatan. Stadion tidak hanya pertandingan olahraga, namun mesti memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

"Kita berharap ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari JIS. Stadion ini bukan hanya digunakan untuk sepakbola, tetapi juga mampu mengakomodasi berbagai kegiatan lain, seperti konser musik dan event berskala besar lainnya," paparnya.

Appi juga menaruh perhatian khusus pada sistem perawatan stadion, terutama terkait pengelolaan dan pemeliharaan rumput lapangan. Aspek ini menjadi salah satu komponen krusial yang harus diperhitungkan sejak awal, termasuk kebutuhan anggaran dan mekanisme perawatannya.

"Kami juga melihat secara detail bagaimana flow perawatan stadion, khususnya perawatan rumput, serta menghitung secara cermat berapa biaya maintenance yang dibutuhkan. Ini penting sebagai bahan pertimbangan dalam pembangunan Stadion Untia ke depan," jelas Appi.

Diketahui, proyek Stadion Untia Makassar sudah memasuki tahap tender manajemen konstruksi (MK) dengan anggaran Rp 7 miliar. Tender MK merupakan jasa konsultan badan usaha konstruksi. MK Stadion Untia Makassar dianggarkan melalui APBD Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar 2026.

Dalam uraian singkat dalam Sistem Penelusuran Sistem Elektronik (SPSE) Makassar disebutkan MK Stadion Untia berfokus pada tahap perencanaan matang yang diikuti penimbunan lahan di 2026. Setelah itu disusul konstruksi fisik mulai 2027 dengan target penggunaan 2028.

Proyek ini dibangun dengan pendekatan Rancang Bangun (Design and Build) dan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dipertimbangkan untuk efisiensi. Proyek ini melibatkan kolaborasi lintas sektor dan bertujuan menjadikan stadion ikon sport tourism penggerak ekonomi baru dengan fasilitas modern berkapasitas 15.000-20.000 penonton.




(sar/ata)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads