Musda Golkar Maluku Tenggara Ditunda Buntut Pembunuhan Nus Kei

Maluku

Musda Golkar Maluku Tenggara Ditunda Buntut Pembunuhan Nus Kei

Muhammad Jaya Barends - detikSulsel
Senin, 20 Apr 2026 12:50 WIB
Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei
Foto: Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei (Jehan Nurhakim/detikcom)
Maluku Tenggara -

Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara (Malra) diputuskan ditunda buntut penikaman yang menewaskan Ketua DPD Golkar Malra, Agrapinus Rumatoras alias Nus Kei. Kebijakan ini sebagai bentuk penghormatan kepada Nus Kei.

"Kan Musda DPD Golkar Malra semula dijadwalkan 23 April 2026. Tapi melihat kondisi kemarin (Nus Kei tewas ditikam) makanya musda ditunda sampai ada pemberitahuan berikut," kata Sekretaris DPD I Partai Golkar Maluku, Anos Jeremias kepada detikcom, Senin (20/4/2026).

Anos belum memastikan sampai kapan kegiatan tersebut ditunda. Dia menyebut DPD II Partai Golkar Malra masih dalam suasana berduka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena Golkar Malra lagi berduka, makanya musda ditunda sekaligus juga menghormati almarhum dan keluarga yang lagi berduka," jelasnya.

Anos menyebut sejauh ini juga belum ada calon kandidat ketua DPD Golkar Malra yang mendaftar secara resmi. Panitia musda memang belum membuka pendaftaran.

ADVERTISEMENT

"Jadi ditunda, belum ada calon yang dilaporkan maju karena belum dibuka pendaftaran. Biasanya kalau sudah buka pasti kita tahu," ujarnya.

Di sisi lain, Anos mengecam penikaman terhadap Nus Kei. Dia mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut.

"Polisi sudah tangani jadi diserahkan ke polisi. Dan bersyukur polisi sudah menemukan motifnya sesuai hasil penyelidikan, yaitu dendam," bebernya.

"Untuk lebih lanjut tanya ke Polres Maluku tenggara. (Sebab selaku) pimpinan partai tidak bisa membuat kesimpulan terkait motif," tambah Anos.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa itu terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 WIT. Nus Kei ditikam saat baru mendarat usai melakukan perjalanan udara dari Jakarta untuk menyiapkan agenda musda.

"Kebetulan ada kegiatan Musda Partai Golkar, terkait rencana pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar," kata Kapolres Maluku Tenggara, AKP Rian Suhendi saat dihubungi, Minggu (19/4).

Dua pelaku penikaman berinisial HR dan FU (32) ditangkap setelah sempat melarikan diri. Polisi menyebut penikaman ini diduga dipicu konflik di Jakarta.

"Motifnya itu dendam ya, dari hasil penyidikan kita sementara itu. Permasalahan sebelumnya antara pelaku dengan korban ini dulu di Jakarta," ujarnya.

Dari pemeriksaan, pelaku HR ternyata berlatar belakang atlet tarung bebas atau Mixed Martial Arts (MMA), sedangkan FU disebut warga biasa. Kendati begitu, polisi masih mendalami peran keduanya.

"Iya betul, kalau dilihat sepertinya (pelaku HR adalah) atlet (tarung bebas)," pungkas Rian.




(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads