Golkar Maluku Minta Kader Tak Terprovokasi Kasus Pembunuhan Nus Kei

Maluku

Golkar Maluku Minta Kader Tak Terprovokasi Kasus Pembunuhan Nus Kei

Tim detikcom - detikSulsel
Senin, 20 Apr 2026 11:56 WIB
Agrapinus Rumatora alias Nus Kei
Foto: Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (Rengga Sancaya/detikcom)
Maluku Tenggara -

DPD I Golkar Maluku meminta seluruh kader tidak terprovokasi dengan kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Kader juga diimbau tidak bertindak yang berpotensi memperkeruh keadaan.

"Mengimbau seluruh kader Partai Golkar di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif," kata Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Ali Lessy dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Ali mengajak kader untuk tetap memperkuat solidaritas dan menujukkan sikap dewasa. Golkar Maluku menyerahkan penanganan kasus hukum ini kepada aparat kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan
profesional," jelasnya.

Golkar Maluku turut mendorong tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Dia mengajak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

ADVERTISEMENT

"Menginstruksikan seluruh struktur Partai Golkar di Maluku untuk tetap solid, memperkuat komunikasi internal, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, penikaman terhadap Nus Kei terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 WIT. Nus Kei ditikam saat hendak berjalan menuju pintu keluar bandara.

"Pada saat beliau (Nus Kei) tiba di bandara, nah tiba-tiba adalah dua orang ini pelaku yang sudah kita amankan ini melakukan penikaman," kata Kapolres Maluku Tenggara, AKP Rian Suhendi kepada detikcom, Minggu (19/4).

Polisi telah menangkap dua pelaku penikaman masing-masing pria berinisial HR (28) dan FU (32). Keduanya ditangkap kurang dari 2 jam pascapenikaman.

Dari hasil pemeriksaan sementara, keduanya menikam Nus Kei karena dendam lama. Polisi belum menjelaskan lebih jauh terkait konflik yang memicu dendam tersebut.

"Motifnya itu dendam ya, dari hasil penyidikan kita sementara itu. Permasalahan sebelumnya antara pelaku dengan korban ini dulu di Jakarta," imbuhnya.




(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads