Lara 2 Bocah di Polman Jadi 'Tumbal' Ayahnya gegara Istri Sebulan Tak Pulang

Lara 2 Bocah di Polman Jadi 'Tumbal' Ayahnya gegara Istri Sebulan Tak Pulang

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 19 Apr 2026 07:09 WIB
Ayah rekam aniaya dua anaknya di Polman saat diamankan polisi.
Ayah rekam aniaya dua anaknya di Polman saat diamankan polisi. Foto: (Abdy Febriady/detikcom)
Polewali Mandar -

Dua bocah laki-laki berinisial HA (10) dan NA (7) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), terpaksa menjadi sasaran penganiayaan ayahnya, HR (30) demi menarik perhatian istrinya yang sudah sebulan tidak pulang ke rumah. Aksi itu sengaja direkam pelaku hingga videonya viral di media sosial.

Video penganiayaan itu dibuat pelaku pada Minggu (12/4) malam. Dalam potongan video beredar, terlihat dua bocah laki-laki menangis diduga akibat dianiaya sang ayah.

Tampak pelaku berulang kali mengayunkan sebuah kayu hingga membuat kedua korban histeris ketakutan. Pelaku mengaku tega melakukan penganiayaan karena sang istri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gara-gara mamakmu saya gila. Diam-diam! Gara-gara mamakmu makin gila ka. Diam! Diam! Na bikin gila ka mamakmu," ujar pria dalam video.

Belakangan polisi menerima laporan masyarakat terkait video viral tersebut. Pelaku kemudian diamankan saat berada di rumahnya di Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Jumat (17/4) sekira pukul 23.00 Wita.

ADVERTISEMENT

"Usai mendapat laporan dari masyarakat yang viral di media sosial, kami langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan terduga pelaku untuk diklarifikasi," kata Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).

Sandy menyebut pelaku mengaku hanya berpura-pura menganiaya kedua anaknya. Dia melakukan tindakan itu agar istrinya tersentuh setelah sebulan tidak pulang ke rumah.

"Pelaku mengaku sengaja merekam dirinya sedang memarahi kedua anaknya sambil memukul menggunakan gagang alat pel lantai," ungkap Sandy.

"Pelaku mengaku pemukulan tersebut hanya berpura-pura dan tidak terlalu keras, hanya untuk memperlihatkan kepada istrinya yang telah meninggalkan rumah sejak sebulan lalu mau kembali pulang," terang Sandy.

Video penganiayaan tersebut awalnya hendak dikirim pelaku kepada istrinya inisial AN (35). Namun karena kontaknya diblokir, video tersebut akhirnya dikirim pelaku kepada salah satu kerabat istrinya.

"Pelaku diblokir oleh istrinya, maka hasil rekaman tersebut dikirim kepada keluarga istrinya yang kemudian memposting video tersebut hingga viral," ujarnya.

Sandy mengungkapkan, hubungan pelaku dan istrinya memang sedang tidak harmonis. Akibatnya, kedua anaknya menjadi korban pelampiasan pelaku.

"Awal mulainya dari suami istri ini bertengkar mengakibatkan anak menjadi pelampiasan," tuturnya.

Pelaku Wajib Lapor dan Bakal Dimediasi

HR kini berstatus wajib lapor atas aksinya menganiaya dua anaknya. Polisi kemudian akan memediasi pelaku dan ibu korban agar masalahnya diselesaikan secara kekeluargaan.

"Pelaku mengaku bersalah dan telah meminta maaf. Dia juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan sementara kita wajib laporkan," kata Sandy.

Untuk kepentingan lebih lanjut, kedua korban diserahkan kepada kerabat ibunya. Polisi juga akan melakukan upaya mediasi antara pelaku dan istrinya.

"Untuk sementara kedua anak tersebut diserahkan sama keluarga ibunya. Akan diupayakan mediasi antara pelaku dan istrinya difasilitasi pemerintah setempat dan Bhabinkamtibmas," ucap Sandy.

Pelaku Ngaku Hanya Main-main

HR juga telah meminta maaf atas videonya menganiaya kedua anaknya yang viral di media sosial. Dia berdalih perbuatannya itu hanya main-main dengan harapan sang istri mau pulang setelah sebulan pergi meninggalkan rumah.

"Itu hanya main-main (video) supaya kasihan ibunya, supaya mau pulang, mau sama saya lagi, saya masih sayang," ujar HR kepada wartawan di kantor polisi, Sabtu (18/4).

Menurut HR, video tersebut sengaja dibuat dengan harapan istrinya inisial AN (35) merasa tersentuh. HR mengaku masih sangat menyayangi AN dan keberadaannya dinantikan kedua anaknya yang masih kecil.

"Saya berbuat begitu karena sayang sama istri supaya mau pulang, siang malam saya nangis, supaya bisa kumpul kembali, pulang, anak masih kecil semua saya juga rindu," tuturnya meyakinkan.

Berikut video HR saat menganiaya dua anaknya sambil direkam:

Dia pun berjanji akan memperbaiki sikap dan memenuhi semua permintaan AN, asalkan bersedia kembali untuk berkumpul bersama keluarga.

"Apa yang tidak kau suka saya ubah, apa yang kau bilang saya ikuti. Pulang," ungkapnya.
Selain itu, HR juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua warga karena video yang dibuatnya telah menimbulkan kegaduhan khususnya di media sosial.

"Saya minta maaf kalau memang ada salah. Semua yang lihat videoku saya minta maaf karena saya cuman ingin istriku cepat pulang, supaya bisa cepat berkumpul lagi bersama keluarga," pungkasnya.

Sementara, Kapolsek Urban Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna membenarkan jika pelaku mengaku hanya berpura-pura menganiaya kedua anaknya. Alasannya, agar istrinya tersentuh setelah sebulan tidak pulang ke rumah.

"Pelaku mengaku pemukulan tersebut hanya berpura-pura dan tidak terlalu keras, hanya untuk memperlihatkan kepada istrinya yang telah meninggalkan rumah sejak sebulan lalu mau kembali pulang," terang Sandy.




(asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads