Pria di Bitung Bunuh Ibu Kandungnya gegara Ditegur Terlalu Lama Mandi

Pria di Bitung Bunuh Ibu Kandungnya gegara Ditegur Terlalu Lama Mandi

Fistel Mukuan - detikSulsel
Jumat, 17 Apr 2026 12:30 WIB
Pria 23 tahun di Bitung menganiaya ibu kandungnya hingga tewas setelah ditegur terlalu lama mandi. Pelaku ditangkap setelah melarikan diri.
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Freepik
Bitung -

Pria berinisial ET (23) di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), tega menganiaya ibu kandungnya AL (41) dengan sebilah parang hingga meninggal dunia. ET membunuh ibunya usai ditegur terlalu lama mandi.

"Kejadian ini bermula saat korban menegur pelaku karena terlalu lama mandi di kamar mandi," kata Kapolsek Aertembaga, AKP Denny Tampenawas dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Peristiwa terjadi di Kelurahan Kasawari Lingkungan II, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Kamis (16/4). Pembunuhan bermula dari cekcok keduanya setelah teguran terlalu lama mandi yang berujung pada tindakan penganiayaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Situasi yang semula hanya teguran berubah menjadi emosi tak terkendali. Pelaku kemudian melakukan penganiayaan dengan menggunakan parang terhadap korban hingga mengakibatkan luka serius.

Korban sempat dilarikan ke RS dr. Wahyu Slamet untuk mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

ADVERTISEMENT

"Meski telah mendapat perawatan intensif, nyawa korban tidak dapat diselamatkan," imbuhnya.

Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang bukti. Namun pelaku saat itu telah melarikan diri hingga belakangan ditangkap di area pantai.

"Berdasarkan informasi warga, pelaku sempat melarikan diri, namun berkat kerja sama cepat antara polisi dan masyarakat, pelaku berhasil ditemukan di area pantai dan segera diamankan," terangnya.

Saat diamankan, pelaku juga mengalami luka di bagian tangan dan sempat mendapatkan perawatan medis sebelum dibawa ke Polsek Aertembaga untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Bitung.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa emosi yang tidak terkendali dapat berujung pada tindakan yang merugikan bahkan menghilangkan nyawa," sebutnya.




(asm/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads