Orang tua Hafiz (4), bocah viral yang ditemukan berjalan sendirian oleh warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) kini meminta maaf dan berterima kasih kepada ibu yang menyelamatkan anaknya. Kejadian tersebut menuai sorotan publik usai keluarga korban mengamuk dan menuding ibu tersebut berniat menculik anaknya.
Permohonan maaf tersebut disampaikan ayah Hafiz saat dimediasi oleh Polsek Bajeng, Gowa pada Rabu (4/3/2026). Mediasi itu turut dihadiri Syahar Sigollo yang merupakan ayah dari ibu yang sempat dimarahi oleh ibu korban.
"Sudah (mediasi) di kantor, mereka sudah pertemukan kedua belah pihak, sudah damai," kata Kapolsek Bajeng Iptu Muh Haris saat dimintai konfirmasi detikSulsel, Rabu (4/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video yang diterima detikSulsel, ayah Hafiz menyampaikan permohonan maaf atas sikap marah-marah dan tuduhan penculikan yang dilontarkan istri dan keluarganya kepada ibu tersebut. Ia juga berterima kasih kepada warga dan ibu itu karena menolong anaknya sehingga dapat dengan cepat ditemukan.
"Saya berterima kasih kepada pihak Pak Sigollo yang menemukan Hafiz dan meminta maaf atas video yang beredar, ada kesalahpahaman yang beredar selama ini," kata ayah korban dalam video tersebut.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pihak Polsek Bajeng yang telah berupaya meluruskan permasalahan tersebut. Masalah itu kini berakhir damai secara kekeluargaan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Polsek Bajeng sudah memfasilitasi dan memediasi atas pertemuan ini untuk saling memaafkan," lanjut ayah korban.
Sementara itu, Syahar Sigollo sebagai keluarga ibu yang sempat dimarahi oleh keluarga korban menyebut sudah memaafkan dan tidak mempermasalahkan tuduhan tersebut. Syahar juga turut meminta maaf kepada keluarga korban atas viralnya video anak tersebut di media sosial.
"Saya Sigollo yang menemukan anak Hafiz bersama anak sulung saya, dengan ini menyatakan mewakili anak saya untuk meminta maaf kepada yang tersangkut dalam video yang beredar dan mungkin merasa tidak menerima dan saya mewakili anak saya untuk meminta maaf atas beredarnya video itu," tutur Sigollo.
Diberitakan sebelumnya, seorang ibu menangis usai menolong anak hilang di Polsek Bajeng. Alih-alih mendapat ucapan terima kasih, ibu tersebut justru dimarahi keluarga korban.
Kapolsek Bajeng Iptu Muh Haris membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan insiden itu terjadi di Jalan Poros Limbung, Dusun Tanetea, Kecamatan Bajeng pada Senin (2/3) sore. Anak bernama Hafiz itu sempat diamankan sebelum kembali dibawa ke Polsek Bajeng dan dikembalikan ke orang tuanya hari itu juga.
"Ditemukannya sore mungkin jam-jam 16.00 Wita, mau buka puasa. Langsung dikembalikan juga kemarin sore sebelum magrib," tutur Haris kepada detikSulsel, Selasa (3/3).
Ia menjelaskan peristiwa tersebut bermula saat seorang warga menemukan anak tersebut berjalan sendirian di pinggir jalan. Anak itu kemudian dibawa oleh Kepala Dusun Bontomate'ne ke Polsek Bajeng.
"Anak itu dibawa sama pak dusun ke Polsek (Bajeng). Jadi itu di Polsek langsung datang keluarganya," jelasnya.
Haris menduga anak tersebut lepas dari pengawasan orang tuanya saat mengantre di ATM Bontosunggu. Ia juga menyebut, berdasarkan keterangan orang tua korban, sang ayah sedang dalam kondisi sakit.
"Orang tuanya itu mungkin kurang enak badan, itu suaminya (ayah korban). Jadi mungkin karena banyak orang antre di depan (ATM), mungkin ambil uang di ATM kan (jadi korban lepas dari pengawasan), dibawa sama pak dusun ke sini (Polsek)," jelasnya.
(asm/ata)











































