Siswi SMAN 5 Kota Ternate Dikeroyok 2 Teman gegara Gosip Berujung Salah Paham

Siswi SMAN 5 Kota Ternate Dikeroyok 2 Teman gegara Gosip Berujung Salah Paham

Raymond Latumahina - detikSulsel
Sabtu, 29 Nov 2025 09:30 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Ilustrasi. Foto: Fuad Hashim
Ternate -

Siswi SMAN 5 Kota Ternate, Maluku Utara berinisial MU menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh 2 teman sekolahnya inisial OB dan JH. Kasus pengeroyokan ini berawal dari gosip yang berujung salah paham.

"Jadi awalnya itu kasus ini karena masalah miskomunikasi. Jadi, terlapor ini cerita kepada korban. Terus korban cerita lagi ke temannya terlapor. Sampai akhirnya salah paham," kata Kapolsek Ternate Utara Iptu Rizki Kurniawan Tresnadi kepada detikcom, Sabtu (29/11/2025).

Insiden pengeroyokan ini terjadi saat korban sedang menunggu angkutan umum setelah pulang sekolah pada Kamis (27/11). Ketika itu, korban didatangi oleh 2 temannya tersebut lalu dibawa ke tempat sepi hingga akhirnya dikeroyok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu, waktu itu korban mau pulang, lagi sementara nunggu angkot. Terus didatangi sama dua terlapor ini. Korban dibawa ke tempat sepi, terus didorong, dan dipukul," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Iptu Rizki Kurniawan menuturkan, akibat pengeroyokan tersebut korban mengalami luka di bagian jidat, telinga, dan bibir. Korban dan orang tuanya juga langsung melaporkan kasus ini ke polisi.

"Kemudian korban lapor masalah ini ke orang tuanya. Orang tuanya juga langsung ke kami besoknya itu tanggal 28 November," imbuhnya.

Dia menambahkan, polisi telah memanggil kedua terlapor tersebut untuk dimintai keterangan. Namun, keduanya hingga saat ini belum memenuhi panggilan tersebut.

"Sudah. Kami sudah mau bantu lewat mediasi. Tapi hingga kemarin sore, dua terlapor ini tidak datang. Infonya juga terlapor mau kasus ini diselesaikan lewat lurah di kelurahan," ucapnya.

Dikatakan Rizki lebih lanjut, kasus ini masih ditangani oleh pihak kepolisian. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan terkait masalah pengeroyokan ini.

"Tapi, kan, kasusnya sudah dilaporkan ke kami, jadi ya kami yang urus. Kami sudah koordinasi juga dengan pihak sekolah dan dinas pendidikan soal masalah ini," pungkasnya.




(asm/asm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads