SDN 4 Maroangin Enrekang 30 Tahun Rusak Parah Ancam Keselamatan Siswa

SDN 4 Maroangin Enrekang 30 Tahun Rusak Parah Ancam Keselamatan Siswa

Muhclis Abduh - detikSulsel
Rabu, 02 Sep 2026 11:34 WIB
Kondisi SDN 4 Maroangin Enrekang yang rusak parah.
Kondisi SDN 4 Maroangin Enrekang yang rusak parah. Foto: Istimewa
Enrekang -

Kondisi bangunan SDN 4 Maroangin di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) selama 30 tahun terakhir mengalami kerusakan parah di hampir semua bangunan. Siswa dan guru ketakutan saat proses pembelajaran karena keselamatannya terancam.

"Bangunannya memang sudah puluhan tahun, jadi sudah rapuh. Apalagi kalau hujan, bangunan yang dari bahan kayu itu sebagian besar sudah roboh, plafon sudah bolong semua," kata Kepala SDN 4 Maroangin, Rusniati saat dikonfirmasi detikSulsel, Selasa (2/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut semakin diperparah setelah wilayah sekolah diterjang angin kencang. Namun, kerusakan bangunan sebenarnya telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hampir 30 tahun tidak pernah tersentuh renovasi padahal kondisinya sudah membahayakan warga sekolah, utamanya siswa" ungkapnya.

Rusniati mengatakan, dari total bangunan sekolah, terdapat empat ruang kelas yang kini tidak ditempati untuk kegiatan belajar mengajar karena dinilai membahayakan keselamatan siswa.

ADVERTISEMENT

Untuk menyiasati keterbatasan ruang, pihak sekolah terpaksa menggunakan sejumlah ruangan lain sebagai tempat belajar. Di antaranya ruang guru, ruang salat, dan ruang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

"Ada 4 ruangan kelas yang sudah tidak terpakai karena tidak layak. Jadi siswa terpaksa belajar memakai ruang guru, ruang salat dan ruang TIK," ujarnya.

Dia menuturkan, kerusakan sekolah tersebut sebenarnya telah dilaporkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun, hingga kini belum ada bantuan renovasi sejak bangunan sekolah tersebut didirikan.

"Tidak ada bantuan dari pemerintah semenjak dibangun. Padahal pelaporan di Dapodik sudah rusak parah," katanya.

Pihak Dikbud Enrekang kata Rusniati telah menghubungi sekolah setelah kondisi SDN 4 Maroangin ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan renovasi.

"Sudah ada (pihak Dikbud yang menghubungi), tapi belum ada kejelasan kapan waktu untuk renovasi," ungkapnya.

Rusniati berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan paling parah. Menurutnya, seluruh bangunan sekolah pada dasarnya sudah membutuhkan renovasi, tetapi empat ruang yang rusak parah menjadi kebutuhan paling mendesak.

"Sebenarnya sudah butuh semua untuk direnovasi, cuma yang mendesak ini untuk bangunan yang rusak parah karena sangat membahayakan," pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Enrekang, Erik mengatakan pihaknya tengah berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar perbaikan sekolah tersebut dapat segera dilakukan. Bangunan membutuhkan penanganan serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

"Kami sedang berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Semoga SDN 4 bisa menjadi prioritas penanganan bencana. Artinya, kita akan prioritaskan dan semoga masuk," ujarnya.

Dia mengatakan, persoalan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kerusakan fasilitas pendidikan tersebut. Kendati demikian, Pemkab Enrekang memastikan perbaikan fasilitas yang tidak layak akan tetap menjadi prioritas perbaikan.

"Masalah anggaran tentunya (kendala sekolah belum direnovasi). Tapi kami pastikan ini semua akan diprioritaskan untuk mendapat fasilitas yang layak. Apalagi dengan kejadian ini, jadi perhatian serius," katanya.

Pemkab Enrekang menargetkan upaya perbaikan SDN 4 Maroangin dapat direalisasikan pada tahun ini. Saat ini komunikasi dengan pemerintah pusat masih terus dilakukan untuk mencari dukungan anggaran penanganan.

"Kita usahakan tahun ini bisa dapat. Kita sementara komunikasi dengan pemerintah pusat," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi keuangan daerah Enrekang saat ini membuat dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan. Karena itu, Pemkab Enrekang berharap pemerintah pusat dapat membantu percepatan penanganan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan.

"Dengan kondisi keuangan Enrekang sekarang, kami masih berharap besar ke pemerintah pusat," terangnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 17,1 T Buat Renovasi 10 Ribu Sekolah"
[Gambas:Video 20detik] (ata/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads