Propam Polres Pangkep Usut Viral Polantas Cekcok dengan Sopir Pikap

Propam Polres Pangkep Usut Viral Polantas Cekcok dengan Sopir Pikap

Muhammad Subhan - detikSulsel
Minggu, 16 Agu 2026 17:00 WIB
Oknum anggota Unit Lantas Polsek Bungoro berinisial Bripka IS cekcok dengan sopir pikap di Pangkep.
Oknum anggota Unit Lantas Polsek Bungoro berinisial Bripka IS cekcok dengan sopir pikap di Pangkep. Foto: Istimewa
Pangkep -

Polres Pangkep menindaklanjuti video viral yang memperlihatkan percekcokan sengit antara oknum anggota Unit Lantas Polsek Bungoro berinisial Bripka IS dengan pengemudi dan kru mobil pikap. Oknum Polantas tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan internal oleh Seksi Propam Polres Pangkep.

"Benar kejadian tersebut terjadi kamis dini hari, sudah ditangani Paminal Propam," kata Kasi Humas Polres Pangkep AKP Imran kepada detikSulsel, Minggu (16/8/2026).

Insiden perselisihan tersebut terjadi di pinggir jalan raya wilayah Kabupaten Pangkep, pada Kamis (13/8) sekitar pukul 05.00 Wita. Berawal ketika Bripka IS melihat mobil pikap melintas dengan muatan melebihi kapasitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oknum tersebut berinisiatif menahan mobil pikap karena muatannya berlebih. Namun saat diminta memperlihatkan SIM dan STNK untuk ditilang, pengemudi menolak memberikan dokumennya," ujar Imran.

Imran mengungkapkan, penolakan pengemudi dipicu oleh penampilan Bripka IS yang saat bertugas tidak mengenakan seragam dinas resmi. Pengemudi beranggapan yang bersangkutan bukan polisi karena memakai baju kaos, bukan baju kepolisian.

ADVERTISEMENT

"Hal itu membuat oknum polisi tersebut merasa tersinggung dan marah hingga terjadi cekcok dengan sopir," jelasnya.

Menanggapi narasi yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan pungutan liar (pungli), Imran secara tegas membantah isu tersebut. Hasil pemeriksaan awal oleh pihak Paminal Polres Pangkep memastikan tidak ada transaksi uang dalam peristiwa itu.

"Terkait isu pungutan liar itu tidak benar. Yang bersangkutan sudah diperiksa oleh Paminal Polres Pangkep. Termasuk sopir juga mengakui bahwa dia tidak memberikan uang sepeser pun kepada oknum polisi tersebut," tegas Imran.

Imran menambahkan, Kasi Propam telah memanggil oknum anggota tersebut untuk menjalani pemeriksaan disiplin dan kode etik. Mengenai bentuk sanksi yang akan dijatuhkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil akhir pemeriksaan.

"Untuk sanksi nanti berdasarkan hasil pemeriksaan Propam. Saat ini statusnya masih aktif menjalankan tugas seperti biasa, dan dari pihak sopir sendiri tidak merasa keberatan dengan kejadian tersebut," tuturnya.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, insiden ketegangan terjadi di pinggir jalan raya wilayah Kabupaten Pangkep pada tengah malam. Video tersebut memperlihatkan seorang pria paruh baya bertelanjang dada yang merupakan sopir atau kru pikap emosi melabrak oknum petugas.

Sopir memprotes penghentian kendaraan pikap bermuatan tinggi (overload) di malam hari yang dinilai sudah sering terjadi dan meresahkan pengguna jalan. Oknum petugas tersebut tampak mengenakan helm dan pakaian kaos lengan panjang, bukan seragam dinas resmi kepolisian, yang memicu keraguan dari pihak pengemudi.



(ata/nvl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads