Akselerasi Ekonomi Maros Pascapandemi: Tumbuh Top 9,54% di Triwulan I 2026

Akselerasi Ekonomi Maros Pascapandemi: Tumbuh Top 9,54% di Triwulan I 2026

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Rabu, 05 Agu 2026 19:01 WIB
Businesswoman use laptop and calculator analyzing company growth, future business growth arrow graph, development to achieve goals, business outlook, financial data for long term investment.
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/Prae_Studio)
Makassar -

Pandemi COVID-19 yang melanda pada 2020 sempat menjadi tantangan besar bagi perekonomian daerah, termasuk Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pembatasan mobilitas masyarakat menyebabkan berbagai aktivitas ekonomi melambat, mulai dari sektor transportasi, perdagangan, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun, kondisi ekonomi tersebut berangsur membaik seiring berbagai kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros. Hasilnya, pada Triwulan I 2026, Pemkab Maros berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 9,54 persen.

Capaian tersebut menjadikan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi yang mencapai 6,88 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pandemi Membuat Ekonomi Maros Terkontraksi 10,87 Persen

Perekonomian Kabupaten Maros mengalami kontraksi sebesar 10,87 persen akibat pandemi COVID-19 pada 2020 silam. Penurunan aktivitas transportasi udara dan pembatasan mobilitas masyarakat menjadi faktor utama yang menekan aktivitas ekonomi daerah.

Dampak tersebut paling terasa pada sektor transportasi dan pergudangan yang menjadi tulang punggung perekonomian Maros. Sektor ini menyumbang hampir 40 persen terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

ADVERTISEMENT

"Penurunan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada saat itu turut memengaruhi sektor perdagangan, perhotelan, restoran, dan berbagai usaha jasa lainnya," ujar Kabid Data dan Informasi Pembangunan Bapperida Maros Nur Aenun kepada detikSulsel, Selasa (4/8/2026).

Aenun menjelaskan, pandemi juga membuat banyak pelaku UMKM mengalami penurunan omzet. Di sisi lain, investasi melambat, daya beli masyarakat menurun, serta dunia usaha menghadapi tantangan dalam mempertahankan produksi dan tenaga kerja.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Maros mulai menjalankan berbagai langkah percepatan pemulihan ekonomi sejak 2021. Pada tahun yang sama, perekonomian daerah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan kembali tumbuh positif sebesar 1,36 persen.

Strategi Pemkab Maros Mendorong Pemulihan Ekonomi

Pemulihan ekonomi di Kabupaten Maros dilakukan melalui berbagai kebijakan yang menyasar sektor-sektor strategis. Upaya tersebut difokuskan untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi, memperkuat daya saing daerah, serta menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong percepatan investasi melalui penyederhanaan perizinan dan pendampingan investor. Pada sektor primer, Pemkab Maros memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dengan meningkatkan produktivitas, bantuan sarana produksi, hingga menjaga ketahanan pangan.

"Mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui revitalisasi destinasi wisata, dan penyelenggaraan berbagai event," terangnya.

Selain itu, penguatan UMKM turut dilakukan dengan memberikan fasilitas modal, pelatihan, digitalisasi usaha, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar. Upaya tersebut diperkuat dengan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah, seperti jalan, jembatan, irigasi, dan infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi.

Sektor Transportasi-Pertanian Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Berbagai kebijakan tersebut tercermin pada meningkatnya kinerja sejumlah sektor ekonomi utama yang menjadi penopang pertumbuhan Kabupaten Maros. Berdasarkan data BPS, sektor Transportasi dan Pergudangan menjadi kontributor terbesar dengan sumber pertumbuhan sebesar 3,30 persen dan pangsa ekonomi mencapai 39,45 persen dari total PDRB.

"Kinerja ini tidak terlepas dari posisi strategis Maros sebagai pintu gerbang Sulawesi Selatan dengan keberadaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, meningkatnya mobilitas penumpang dan logistik, serta berkembangnya aktivitas distribusi barang dan jasa," tutur Aenun.

Kontributor terbesar berikutnya, kata Aenun, berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan sumber pertumbuhan sebesar 2,10 persen dan kontribusi terhadap struktur ekonomi sebesar 16,97 persen. Peningkatan produktivitas pertanian, penyediaan sarana produksi, penguatan irigasi, serta pengembangan komoditas unggulan menjadi faktor yang mendukung capaian tersebut.

Sementara itu, sektor industri pengolahan menyumbang sumber pertumbuhan sebesar 1,58 persen dengan pangsa ekonomi 14,94 persen. Pertumbuhan sektor ini didorong meningkatnya aktivitas industri pengolahan, penyederhanaan perizinan, iklim investasi yang semakin kondusif, serta pengembangan kawasan industri.

Selain ketiga sektor tersebut, pertumbuhan ekonomi Maros juga ditopang sektor pertambangan dan penggalian, administrasi pemerintahan, serta konstruksi. Berlanjutnya pembangunan infrastruktur dinilai turut memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Ke depan, Pemkab Maros akan tetap memprioritaskan peningkatan investasi, penguatan sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM. Hal itu disertai pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kemudahan dalam berusaha.

"Kami optimis pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros akan tetap terjaga, mampu menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.



(hmw/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads