Pelajar bernama Opy Hanubun (16) yang tenggelam di Perairan Kota Tual, Maluku, selamat usai diselamatkan anggota polisi Briptu Nanda Tutupoho dan prajurit TNI AU, Serda Rangga S. Namun kedua abdi negara itu gugur setelah terseret ombak meski sempat dievakuasi oleh warga ke puskesmas.
Momen warga mengevakuasi Briptu Nanda dan Serda Rangga dari laut terekam kamera warga di lokasi. Dari rekaman video dilihat detikcom, Senin (22/6/2026), tampak 11 pengunjung terdiri dari pria dan wanita mengevakuasi Briptu Nanda dan Serda Rangga.
Para pengunjung itu tampak menarik Briptu Nanda dari terpaan ombak besar. Mereka kemudian membawa Briptu Nanda ke daratan dan memberikan pertolongan pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga pria lainnya juga tampak bergandengan tangan menerobos ombak besar, menolong Serda Rangga. Mereka terlihat kesulitan membantu Serda Rangga karena perairan ini dikelilingi tebing batu.
Sebagian pengunjung memantau dari tebing dan juga di bibir pantai. Sementara pelajar bernama Opy Hanubun telah dievakuasi lebih awal.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rosita Umasugi mengatakan Briptu Nanda dan Serda Rangga diselamatkan oleh warga setelah sempat terbawa arus. Opy dipastikan selamat sementara anggota polisi dan prajurit TNI gugur.
"Ketiga korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Danar untuk mendapatkan pertolongan medis. (Namun) sekitar pukul 15.00 WIT, Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Puskesmas Danar," kata Rositah dalam keterangannya, Senin (22/6).
"Sementara Briptu Nanda Tutupoho sempat mendapatkan penanganan medis dan dirujuk menggunakan ambulans ke RS Karel Sadsuitubun Langgur. Dalam perjalanan, Briptu Nanda dinyatakan meninggal dunia," tambahnya.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di kawasan wisata Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Minggu (21/6) pukul 14.40 WIT. Sekelompok pelajar SMP awalnya berfoto di area tebing yang terpisah dari guru dan Opy tiba-tiba melompat ke laut.
"Seorang pelajar bernama Opy Hanubun kemudian tiba-tiba melompat dari tebing ke laut. Tidak berselang lama, korban terlihat kesulitan berenang dan berteriak meminta pertolongan," jelas Kombes Rositah dalam keterangannya, Senin (22/6).
Teriakan itu memicu perhatian para pengunjung pantai termasuk Briptu Nanda dan Serda Rangga. Keduanya lantas berenang di sekitar perairan menolong Opy.
"Tanpa ragu, keduanya lantas terjun ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun kondisi perairan sedang ombak besar dan arus yang kuat mengakibatkan keduanya terseret arus di area tebing pantai," bebernya.
