UCLG ASPAC 2026, Walkot Kendari Siska Ajak Kota di Asia Pasifik Kolaborasi

UCLG ASPAC 2026, Walkot Kendari Siska Ajak Kota di Asia Pasifik Kolaborasi

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Sabtu, 09 Mei 2026 10:30 WIB
Pembukaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kendari.
Pembukaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kendari. Foto: (dok. istimewa)
Kendari -

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengajak kota-kota di kawasan Asia Pasifik memperkuat kolaborasi global dalam pembukaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026. Forum internasional tersebut menghadirkan delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik dan menjadi panggung bagi Kota Kendari memperkenalkan potensi daerah ke tingkat dunia.

Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan suguhan tarian nusantara yang dibawakan penari lokal di Kendari, Jumat (8/5). Para delegasi tampak antusias menyaksikan pertunjukan budaya yang menggambarkan keberagaman Indonesia.

Dalam sambutannya, Siska mengatakan forum internasional ini menjadi kesempatan penting bagi Kendari untuk membangun jejaring kerja sama global. Sekaligus juga bisa memperkenalkan identitas daerah kepada dunia internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini kami tidak hanya membuka pintu kota kami, tetapi juga membuka hati kami. Kehadiran para delegasi adalah bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi Kota Kendari," ujar Siska, Jumat (8/5/2026).

Pembukaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kendari.Pembukaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kendari. Foto: (dok. istimewa)

Siska menegaskan Pemkot Kendari hadir dalam forum tersebut bukan untuk menunjukkan kesempurnaan, melainkan membawa semangat belajar dan membangun kolaborasi bersama kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik. Menurutnya, konsep pariwisata berkelanjutan yang diangkat dalam forum itu tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

Namun juga menyangkut tanggung jawab menjaga lingkungan dan budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. "Melalui forum ini kami ingin belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat kerja sama antar daerah demi pembangunan yang berkelanjutan," katanya.

Pembukaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kendari.Pembukaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kendari. Foto:(dok. istimewa)

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wijayagus menegaskan event ini bukan sekadar forum pertemuan kepala daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting memperkuat solidaritas internasional menghadapi tantangan pembangunan global.

"Pertemuan ini adalah momentum yang sangat krusial untuk mempererat solidaritas internasional dalam menghadapi tantangan global," ujarnya.

Ia menjelaskan Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara maritim dengan lebih dari 17 ribu pulau dan kekayaan alam yang besar. Potensi tersebut, kata dia, menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Akhmad juga mengapresiasi Pemkot Kendari yang dinilai mampu menyelenggarakan forum internasional dengan melibatkan sumber daya lokal, termasuk para penari yang tampil pada acara pembukaan.

"Semua penarinya dari Kota Kendari dan penyelenggaraannya juga menggunakan kemampuan lokal. Ini membuktikan daerah mampu menjadi tuan rumah event internasional," katanya.

Pembukaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kendari.Pembukaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kendari. Foto:(dok. istimewa)

Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi mengatakan Asia Tenggara kini menjadi salah satu kawasan tujuan wisata paling berkembang di dunia. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting memastikan pertumbuhan sektor wisata tetap berpihak pada masyarakat dan lingkungan.

"Pemerintah daerah adalah ujung tombak dalam pengelolaan destinasi wisata, menjaga kebersihan, keamanan, dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi," ujarnya.

Di forum yang sama, Wakil Gubernur Sultra Hugua turut memperkenalkan potensi wisata dan budaya di hadapan para delegasi internasional. Sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Nambo, Air Terjun Moramo, hingga Pulau Labengki diperkenalkan sebagai kekuatan wisata Bumi Anoa.

Hugua juga memperkenalkan budaya khas Pulau Muna melalui layang-layang tradisional Kaghati Kolope yang dikenal sebagai salah satu layang-layang tertua di dunia. "Kami berharap forum ini menjadi pintu bagi Sulawesi Tenggara untuk semakin dikenal dunia internasional," bebernya.

Pelaksanaan UCLG ASPAC di Kendari akan berlangsung selama beberapa hari dengan agenda pertemuan eksekutif, forum investasi, kerja sama antar kota, festival budaya, hingga pameran UMKM lokal yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai daerah.




(asm/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads