Renungan Harian Katolik Rabu 6 Mei 2026: Penyelenggaraan Ilahi

Renungan Harian Katolik Rabu 6 Mei 2026: Penyelenggaraan Ilahi

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Rabu, 06 Mei 2026 07:30 WIB
Renungan harian Katolik lengkap bacaannya Rabu, 6 Mei 2026.
Ilustrasi renungan Katolik (Foto: Getty Images/Halfpoint)
Makassar -

Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana penting bagi umat untuk merenungkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci dan refleksi singkat, umat diajak untuk semakin memahami kehendak Allah serta menemukan makna iman di tengah berbagai situasi hidup.

Melalui sabda Tuhan hari ini Rabu, 6 Mei 2026, mengajak umat untuk menyadari bahwa Tuhan senantiasa hadir dan bekerja dalam setiap aspek kehidupan, bahkan dalam situasi yang tidak selalu mudah dipahami. Dengan iman dan kepercayaan penuh, umat diajak untuk berserah kepada rencana Tuhan yang selalu indah pada waktunya.

Nah, berikut bacaan Kitab Suci, teks Mazmur Tanggapan, hingga renungan Katolik Rabu, 6 Mei 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 6 Mei 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Kis 15:1-6

Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan."

Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.

Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.

Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.

Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."

Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.

Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5

Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."

Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,

ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bacaan Injil: Yoh 15:1-8

"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Renungan Hari Ini: Providentia Dei (Penyelenggaraan Ilahi)

Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah tukang kebunnya. Setiap carang pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap carang yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. (Yoh. 15:1-2)

Awalnya Yesus bercerita tentang pokok anggur dan pengusahanya. Ranting yang tidak berbuah, berbuah, dan sudah bersih. Kemudian tentang tinggal di dalam 'Aku'. Yang tinggal, ia berbuah banyak, yang tidak tinggal dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Akhirnya, jika tinggal di dalam 'Aku', minta apa saja akan menerimanya. Jika kamu berbuah banyak kamu adalah 'murid-Ku' dan 'Bapa-Ku' dimuliakan.

Kisah ini bertolak dari pokok anggur dan pengusahanya. Pengusaha kebun anggur memotong cabang dan ranting yang mati, agar pokok anggur dapat menghasilkan lebih banyak buah. Kemudian ia juga memotong pucuk-pucuk yang berlebihan supaya buah-buahnya menjadi lebih besar.

Kegiatan ini melambangkan pemeliharaan Bapa terhadap kita, yang diharapkan berbuah banyak. Sudah banyak aku mengalami suka dan duka, untung dan malang, kegembiraan dan kesedihan, maupun jatuh sakit dan sehat.

Peristiwa istriku beberapa kali pendarahan saat mengandung anak pertama kami dan harus bed rest cukup lama. Peristiwa saat bayi, anak lelakiku tulang selangkanya patah dan tangannya loyo.

Peristiwa kematian anak keduaku saat usia lima bulan dalam kandungan. Peristiwa sakit lambung dan ususku yang harus diendoskopi, bed rest, dan opname di rumah sakit.

Terakhir saat pandemi, kami sekeluarga terkena covid secara bersamaan, dan harus opname di lokasi yang berlainan dan berjauhan sampai tiga minggu lebih.

Dari semua peristiwa itu banyak hal yang aku syukuri dalam hidupku ini. Sebagai orang beriman aku merasakan adanya terang dan dorongan Ilahi, bahwa semuanya itu adalah berkat Providentia Dei, Penyelenggaraan Ilahi.

Semua perjalanan yang terjadi padaku tersebut tidak sebagai kebetulan, tetapi dalam ranah bimbingan dari Atas. Aku dikuatkan, dan jangan takut, percayalah pada penyertaan Tuhan.

Penyelenggaraan Ilahi terpapar luas dari peristiwa dan kejadian serta pengalaman yang aku alami. Bagiku sebagai orang beriman tidak ada yang lepas dari pemeliharaan Bapa, baik untuk peristiwa gembira/baik maupun peristiwa sedih/buruk, semua terjadi karena penyelenggaraan dan ketentuan-Nya.

Mari kita hidup dalam pokok anggur yang benar!

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Titus S.J.

Doa Penutup

Ya Tuhan, kami bersyukur Engkau sebagai Penyelenggara Ilahi menuntun iman kami untuk terus berkembang mengenal kasih-Mu yang besar. Tuntun kami ya Tuhan, agar dalam kemalangan, kesulitan dan ketakberdayaan, kami tidak lepas dari-Mu dan percaya Engkaulah Providentia Dei yang selalu menyertai kami. Amin.

Demikian bacaan liturgi hari ini Rabu 6 Mei 2026 lengkap bacaannya. Semoga bermanfaat!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads