Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Kadinkes Sulsel) Evi Mustikawati Arifin buka suara soal kabar beredar yang menudingnya rangkap jabatan. Evi menegaskan isu tersebut tidak benar alias hoax.
Isu rangkap jabatan itu bermula dari informasi di media sosial yang menuding Evi masih menjabat sebagai Direktur RSUD Haji Makassar berdasarkan papan struktur internal di rumah sakit itu. Evi menegaskan dirinya sudah tidak lagi menjabat direktur RS tersebut.
"Terkait berita ini semua tidak benar. Sejak 1 November saya sebagai Kadis Kesehatan dan sejak saat itu saya tidak lagi menjabat direktur di RS Haji. Dr Rachma Syahrir SpKK MKes yang menggantikan saya sebagai direktur definitif RS Haji," jelas Evi dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evi menegaskan, persoalan papan struktur internal RSUD Haji hanya persoalan teknis. Informasi dalam papan itu belum diganti sejak Evi sudah resmi menjabat sebagai Kadinkes Sulsel.
"Bisa saja papan struktur itu belum diganti, itu hal biasa. Tapi secara Administrasi saya bukan lagi Direktur RS Haji semenjak dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan," lanjutnya.
Dia pun mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bijak dalam membaca dan mencerna informasi beredar. Evi mengimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak jelas kebenarannya.
"Saya sekali lagi menegaskan tidak ada rangkap Jabatan hingga hari ini, jadi saya sampaikan kepada publik bahwa berita yang beredar tidak benar," tegas Evi.
Diketahui Evi telah dilantik sebagai Kadinkes Sulsel oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pada 1 November 2025. Pelantikan ini menandai kepemimpinan baru untuk melanjutkan program peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Sulsel.
Berbagai prestasi ditorehkan Evi selama kepemimpinannya. Berikut deretan capaian yang pernah diraih Evi selama memimpin Dinkes Sulsel:
- Terbaik Regional 2 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG): Sulsel meraih penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Regional 2 Nasional untuk program CKG dengan kehadiran terbanyak, yang diumumkan pada Desember 2025.
- Peningkatan Pemeriksaan Kesehatan (HPV DNA): Dinkes Sulsel aktif melakukan pemantauan dan deteksi dini kanker serviks, salah satunya melalui pemeriksaan HPV DNA untuk menekan angka kanker pada perempuan, dengan fokus komitmen pelayanan berkualitas.
- Percepatan Deteksi TBC: Melakukan kolaborasi lintas sektor untuk percepatan penemuan kasus TBC melalui deteksi dini pada kelompok berisiko, seperti yang dilakukan di lingkungan Satpol PP pada Februari 2026.
- Penguatan Komitmen Kesehatan Pegawai:Menekankan pentingnya pelayanan kesehatan sebagai aset penting bagi personel Pemprov Sulsel.
- Transformasi dan Pemerataan Layanan: Fokus pada redistribusi sumber daya manusia (SDM) kesehatan agar pelayanan di RS dan unit kesehatan lebih merata dan dekat dengan masyarakat, yang sebelumnya ditekankan oleh pejabat sebelumnya
