Kapten Kapal Musaffah 2 Meledak-Tenggelam di Selat Hormuz Warga Luwu Sulsel

Kapten Kapal Musaffah 2 Meledak-Tenggelam di Selat Hormuz Warga Luwu Sulsel

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Senin, 09 Mar 2026 15:03 WIB
Kapten kapal Tugboat Musaffah 2, Miswar.
Foto: Kapten kapal Tugboat Musaffah 2, Miswar. (dok. istimewa)
Luwu -

Kapten kapal Tugboat Musaffah 2 yang meledak dan tenggelam di Selat Hormuz ternyata warga asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Miswar. Keluarga mendapat kabar terkait insiden tersebut dari rekan Miswar di perusahaan kapal tersebut.

"Yang memberi info pertama kali yaitu Capten Ismail, teman (di) perusahaan ayah," ujar anak korban bernama Yayat kepada detikSulsel, Senin (9/3/2026).

Yayat mengaku mendapat kabar insiden kapal itu pada Jumat (6/3). Dia juga mengaku pihak keluarga masih sempat berkomunikasi dengan sang ayah pada Kamis (5/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan terakhir komunikasi Kamis siang jam 1," singkatnya.

Lebih lanjut, Yayat mengatakan kapal yang dinahkodai ayahnya terkena ranjau laut. Hal itu membuat kapal terbakar dan tenggelam.

ADVERTISEMENT

"Katanya, kapal yang dinakhodai beliau terkena ranjau laut," bebernya.

Yayat tidak memberikan keterangan lebih detail terkait komunikasi dengan pihak perusahaan kapal tempat ayahnya bekerja. Dia mengatakan pihak keluarga masih menunggu informasi lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Diberitakan sebelumnya, tiga warga negara Indonesia (WNI) dinyatakan hilang usai kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA) terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/3) pukul 02.00 waktu setempat.

Dilansir dari detikNews, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan insiden terbakar dan tenggelamnya kapal Musaffah 2 terjadi pada Kamis (6/3). Kapal ini tenggelam di antara perairan PEA dan Oman pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

"Insiden terjadi di Selat Hormuz, di antara perairan PEA dan Oman pada tanggal 6 Maret 2026 pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di PEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini," kata Heni kepada wartawan, Minggu (8/3).

Perwakilan RI telah berkoordinasi dengan otoritas PEA, Oman dan pihak perusahaan Safeen Prestige. Musaffah 2 terdiri dari 7 personel kapal yang berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina.

Heni mengatakan ada 4 WNI yang berada dalam kapal tersebut. Dilaporkan 1 WNI dalam keadaan selamat mendapat perawatan luka bakar di rumah sakit. Sementara 3 WNI lainnya, masih dalam proses pencarian.

"Berdasarkan informasi yang diterima, Musaffah 2 berawak total 7 personel berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina. 4 awak selamat, sedangkan 3 awak lainnya masih dalam proses pencarian," ujar Heni.

"Khusus kondisi 4 awak WNI, 1 WNI selamat sedang mendapat perawatan luka bakar di Rumah Sakit di Kota Khasab, Oman. Sedangkan 3 WNI lainnya masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat," sambungnya.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads