Pengendara motor berboncengan tiga tanpa mengenakan helm di Manado, Sulawesi Selatan (Sulut), viral di media sosial. Ayah dan anak itu ngeyel saat ditegur polisi lalu lintas dengan alasan buru-buru mau beribadah di gereja.
Peristiwa itu terjadi di dekat Mapolda Sulut, Jalan Bathesda, Kelurahan Sario, pada Kamis (5/3) malam. Brigpol Samuel Rivo Rasubala yang bertugas saat itu mengatakan kejadian berawal saat dirinya bertugas mengedukasi pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.
"Setiap kali saya edukasi pelanggar saya mengajak doa bersama pelanggar," kata Rivo kepada detikcom, Senin (9/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itulah pemotor berboncengan tiga tanpa helm melintas dari arah Mapolda Sulut. Rivo mengaku mencoba memberhentikan pengendara dengan tujuan memberikan kesempatan untuk mengambil helm.
"Saya tegaskan kami tidak lakukan penilangan hanya teguran," ucap Rivo.
Namun, pengendara itu menolak untuk berhenti dan terus memaksa menerobos petugas. Sang ayah yang mengendarai motor berdalih buru-buru karena hendak mengantar anaknya untuk beribadah.
"Pengendara jalan terus dan menjawab hanya dekat mau antar anak pergi ibadah," imbuhnya.
Rivo pun mengingatkan jika mereka mau ibadah, tetap tidak diperbolehkan berboncengan 3. Dia mencoba menjelaskan agar tidak memaksakan untuk membonceng dua anaknya sekaligus, namun justru dibalas dengan emosi.
"Sebetulnya saya tidak mau posting video tersebut, tapi takut jangan ada pemberitaan negatif atau fitnah, jadi saya posting video tersebut agar saya pertanggungjawabkan," bebernya.
Belakangan setelah mengantar anaknya, pria tersebut mendatanginya. Rivo mengaku dimarahi hingga dimaki-maki.
"Setelah mengantar kedua anaknya ibadah beliau datang lagi di lokasi yang sama dan marah-marah dengan kata makian kepada saya," ucapnya lagi.
Rivo menegaskan dirinya hanya menjalankan tugas secara profesional dan tidak pernah melakukan pungli. Di sisi lain, hingga saat ini pemotor tersebut belum juga menyampaikan klarifikasi setelah videonya viral.
"Sampai detik ini yang bersangkutan tidak ada klarifikasi atau menghubungi saya," tutupnya.
(asm/hsr)











































