Bocah bernama Hafis (4) ditemukan warga berjalan sendirian tanpa orang tuanya di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di media sosial. Belakangan orang tua korban diketahui malah mengamuk dan memarahi seorang ibu yang menolong anaknya.
Berdasarkan kronologi yang diterima detikSulsel, kejadian tersebut bermula saat ibu tersebut tengah lewat di Jalan Poros Limbung, Dusun Tanetea, Kecamatan Bajeng pada Senin (2/3/2026) sore. Ia yang melihat korban tengah berjalan sendirian dan kebingungan kemudian menghampiri korban.
"Saya pun singgah menghampiri karena untuk anak seusia itu sangat bahaya berada di jalan raya sendirian," demikian keterangan dalam kronologi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat menghampiri korban, anak itu terlihat membawa tas berwarna cokelat. Saat diperiksa tas itu ternyata berisi beberapa popok dan pakaian anak.
Ia menyebut warga yang berada di lokasi tersebut kemudian menelepon kepala dusun setempat. Saat tiba di lokasi, ia dan kepala dusun itu kemudian membawa korban ke Polsek Bajeng untuk mencari informasi orang tua korban.
"Sesampai di polsek, polisi di sana kemudian mengarahkan untuk membawa saja dulu anak itu pulang ke rumah saya dengan menyimpan nomor telepon dan alamat saya," lanjut tulisan tersebut.
Selanjutnya, ibu itu pun membawa anak tersebut pulang ke rumahnya. Dalam video yang diterima, korban sempat bermain bersama anaknya sebelum aparat kepolisian mengabarkan jika orang tua korban telah datang ke Polsek Bajeng untuk menjemput korban.
"Saya pun membawa anak itu pulang, dan tidak lama sesampai di rumah pak polisi menelepon dan meminta agar anak itu di bawa kembali ke polsek karena keluarganya sudah ada. Saya pun membawanya ke polsek," tulisnya.
Namun saat tiba di Polsek Bajeng, ia justru dikagetkan dengan keluarga korban yang langsung memarahinya. Ia menyebut respons ibu korban di luar ekspektasi bahkan menuduhnya hendak menculik korban.
"Sesampai di sana saya belum turun dari motor sudah langsung ditunjuk-tunjuki sama mamanya sambil dimarah-marahi, bukannya berterima kasih," tutup tulisan tersebut.
Kejadian tersebut kemudian dibenarkan oleh Kapolsek Bajeng Iptu Muh Haris. Ia menyebut korban sempat diamankan sebelum kembali dibawa ke Polsek Bajeng dan dikembalikan ke orang tuanya hari itu juga.
"Ditemukannya sore mungkin jam-jam 16.00 Wita, mau buka puasa. Langsung dikembalikan juga kemarin sore sebelum magrib," tutur Haris kepada detikSulsel, Selasa (3/3).
Haris mengungkap dugaan anak tersebut lepas dari pengawasan orang tuanya saat mengantre di ATM Bontosunggu yang tak jauh dari lokasi korban ditemukan. Anak tersebut diduga tersesat sebelum akhirnya ditolong oleh ibu tersebut.
"Orang tuanya itu mungkin kurang enak badan, itu suaminya (ayah korban). Jadi mungkin karena banyak orang antre di depan (ATM), mungkin ambil uang di ATM kan (jadi korban lepas dari pengawasan), dibawa sama pak dusun ke sini (Polsek)," jelasnya.
(asm/ata)











































