Viral di media sosial video seorang ibu menangis usai menolong anak hilang di Polsek Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Alih-alih mendapat ucapan terima kasih, ibu tersebut justru dimarahi keluarga korban.
Kapolsek Bajeng Iptu Muh Haris membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan insiden itu terjadi di Jalan Poros Limbung, Dusun Tanetea, Kecamatan Bajeng pada Senin (2/3/2026) sore. Anak bernama Haris (4) itu sempat diamankan sebelum kembali dibawa ke Polsek Bajeng dan dikembalikan ke orang tuanya hari itu juga.
"Ditemukannya sore mungkin jam-jam 16.00 Wita, mau buka puasa. Langsung dikembalikan juga kemarin sore sebelum magrib," tutur Haris kepada detikSulsel, Selasa (3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan peristiwa tersebut bermula saat seorang warga menemukan anak tersebut berjalan sendirian di pinggir jalan. Anak itu kemudian dibawa oleh Kepala Dusun Bontomate'ne ke Polsek Bajeng.
"Anak itu dibawa sama pak dusun ke Polsek (Bajeng). Jadi itu di Polsek langsung datang keluarganya," jelasnya.
Haris menduga anak tersebut lepas dari pengawasan orang tuanya saat mengantre di ATM Bontosunggu. Ia juga menyebut, berdasarkan keterangan orang tua korban, sang ayah sedang dalam kondisi sakit.
"Orang tuanya itu mungkin kurang enak badan, itu suaminya (ayah korban). Jadi mungkin karena banyak orang antre di depan (ATM), mungkin ambil uang di ATM kan (jadi korban lepas dari pengawasan), dibawa sama pak dusun ke sini (Polsek)," jelasnya.
Insiden tersebut kemudian viral di media sosial setelah ibu dengan akun Facebook Kavella Syairena mengunggah video yang memperlihatkan dirinya dimarahi oleh keluarga korban. Dalam video yang dilihat detikSulsel, Selasa (3/3) ibu tersebut terdengar menangis menjelaskan kejadian tersebut kepada keluarga korban.
"Main ji ini anak-anak di rumah kasian, kami di sini langsung ditunjuk-tunjuki, tidak bilang dicuri (padahal tidak dicuri)," kata ibu di video yang dilihat detikSulsel.
Ia juga membagikan awal mula menemukan anak tersebut. Dalam keterangan tertulisnya dijelaskan anak tersebut terlihat berjalan sendirian di Jalan Poros Limbung, Gowa sambil membawa tas berisi popok dan beberapa pasang pakaian.
"Saya pun singgah menghampiri karena untuk anak seusia itu sangat bahaya berada di jalan raya sendirian," tulisnya.
Warga yang juga berada di lokasi kemudian menelepon kepala dusun setempat. Kepala dusun yang tiba di lokasi segera membawa anak tersebut ke Polsek Bajeng.
"Sesampai di polsek, polisi di sana kemudian mengarahkan untuk membawa saja dulu anak itu pulang ke rumah saya dengan menyimpan nomor telepon dan alamat saya. Saya pun membawa anak itu pulang," sambungnya.
Tidak lama setelah tiba di rumah, ibu tersebut kembali ditelepon pihak kepolisian yang mengabarkan bahwa orang tua korban datang ke Polsek Bajeng untuk menjemput korban. Ibu itu pun lantas kembali ke polsek membawa korban. Namun saat tiba di polsek, ia tidak menyangka respons orang tua korban justru langsung memarahinya.
"Saya pun membawanya ke polsek dan sesampai di sana saya belum turun dari motor sudah langsung ditunjuk-tunjuki sama mamanya (korban) sambil dimarah-marahi, bukannya berterima kasih," tutup tulisan tersebut.
(asm/asm)











































