Wanita Lansia di Konawe Selatan Nyaris Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Kerang

Sulawesi Tenggara

Wanita Lansia di Konawe Selatan Nyaris Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Kerang

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Selasa, 03 Mar 2026 18:30 WIB
Nurmia (61) nyaris tewas diterkam buaya saat mencari kerang di sungai Konawe Selatan. Beruntung, ia berhasil diselamatkan dan dirawat di puskesmas.
Foto: Ilustrasi Buaya. Istimewa
Konawe Selatan -

Seorang perempuan bernama Nurmia (61) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) nyaris tewas usai diterkam buaya saat mencari kerang di sungai. Korban diserang buaya saat mencuci kerang hasil tangkapan.

"Korban diterkam buaya saat mencari kerang dara bersama rekannya," ujar Kapolsek Tinanggea Iptu Sucipto dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Peristiwa itu terjadi di muara sungai Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan pada Senin (2/3). Korban bersama rekannya awalnya berangkat mencari kerang menggunakan perahu sekitar pukul 06.00 Wita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah mendapatkan sekitar dua kilogram kerang, korban mencuci hasilnya. Saat itulah tiba-tiba buaya menerkam lengan kanan bagian tengah," jelasnya.

Tak berhenti di situ, korban kembali diserang saat berusaha menyelamatkan diri. Buaya tersebut menggigit kaki kanan tepat di betis hingga menyebabkan luka robek cukup serius.

ADVERTISEMENT

"Korban kembali diserang di bagian kaki kanannya," ujar Sucipto.

Beruntung korban berhasil lepas dari terkaman buaya itu setelah dibantu rekannya. Korban langsung dievakuasi ke darat dan dibawa ke puskesmas.

"Teman-teman korban yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Tinanggea untuk mendapatkan penanganan medis," bebernya.

Korban tiba di puskesmas sekitar pukul 08.00 Wita dan mendapat perawatan intensif. Setelah dinyatakan membaik, korban diperbolehkan pulang ke rumahnya di Desa Bungin Permai sekitar pukul 10.00 Wita.

"Korban mengalami luka robek di lengan tengah, lengan bawah bagian dalam, serta luka robek di kaki kanan atau betis," ungkapnya.

Sucipto menyebut lokasi tempat korban mencari kerang merupakan area yang terhubung langsung dengan laut. Wilayah tersebut diketahui menjadi habitat buaya dan sebelumnya telah beberapa kali memakan korban.

"Sudah beberapa kejadian serupa di lokasi itu dan kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar itu agar selalu waspada dan berhati-hati, terutama saat berada di tepi muara," pungkasnya.




(hsr/ata)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads