Kronologi Santriwati Lahiran di Toilet-Buang Bayi di Belakang Ponpes Mamuju

Sulawesi Barat

Kronologi Santriwati Lahiran di Toilet-Buang Bayi di Belakang Ponpes Mamuju

Hafis Hamdan - detikSulsel
Jumat, 20 Feb 2026 22:23 WIB
Santriwati berinisial HS berurusan dengan polisi usai tega membuang bayinya yang baru dilahirkan di kebun belakang pondok pesantren Kabupaten Mamuju.
Foto: Aparat kepolisian melakukan olah TKP penemuan mayat bayi di Mamuju. (dok. Istimewa)
Mamuju -

Santriwati berinisial HS (18) berurusan dengan polisi usai tega membuang bayinya yang baru dilahirkan di kebun belakang pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Bayi malang itu kemudian ditemukan tak bernyawa dengan kondisi lengan terputus.

HS awalnya melahirkan bayinya seorang diri di dalam kamar mandi ponpes pada Selasa (17/2) dini hari. Kehamilan HS memang tidak diketahui oleh teman maupun tenaga pendidik di ponpes tersebut.

"Selasa dini hari dia keluar masuk kamar mandi, kemudian dia mengeram dan keluar lah bayinya," ujar Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Herman mengatakan bayi malang itu lahir dalam kondisi selamat. Namun karena takut suara tangisan bayinya terdengar, HS lantas menutup wajah dan badan bayi itu menggunakan sarung.

"Terus itu dia ambil kain sarung dia bungkus karena dia takut ketahuan. Dia jalan, dia letakkan di kebun-kebun itu terus masuk kembali bersihkan diri di kamar mandi, dia bersihkan darah di situ, baru masuk ke kamarnya," terang Herman.

ADVERTISEMENT

Dia menuturkan sejumlah santriwati sebenarnya sempat mendengar suara tangisan bayi HS. Namun mereka takut mencari sumber suara karena sudah larut malam.

"Menangis (bayi itu) tengah malam itu, cuman karena takut, mereka (beberapa santriwati) kira hantu, dia tidak peduli dan lanjut tidur," bebernya.

Bayi malang itu kemudian ditemukan saat santri melakukan kerja bakti di area belakang pondok pada Rabu (18/2) pagi. Para santri saat itu mencium aroma busuk di sekitar lokasi.

"Kondisi tubuh bayi dilaporkan telah menghitam dan mengering, dengan lengan kiri terputus. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada guru atau ustad di pondok, sebelum diteruskan ke Polsek Kalukku," terangnya.

Herman menyebut lengan bayi diduga terputus karena gigitan semut. Hal itu dikuatkan dengan kondisi bayi yang dipenuhi semut dan terbungkus sarung saat ditemukan.

"(Lengan bayi terputus diduga karena) dikerumuni semut, jadi bisa saja karena semut itu. Karena kalau menurut dokter, andaikan karena gigitan anjing mungkin terhambur. Jadi memang juga pas ditemukan itu kan semut banyak sekali," jelasnya.

Herman menambahkan HS telah ditetapkan sebagai tersangka namun masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Sementara mantan pacar HS berinisial IT (20) sempat diamankan namun mengaku tidak terlibat dalam tindakan membuang bayi.

Selain itu, lanjut Herman, motif HS membuang bayinya karena malu hamil di luar nikah. HS juga kecewa lantaran mantan pacarnya itu menikah dengan perempuan lain akhir tahun 2025 lalu.

"Jadi motifnya karena bayi tersebut hasil hubungan di luar nikah dan perempuan juga merasa dia sendiri yang berjuang," pungkasnya.




(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads