SPPG Ganti Nasi MBG Jadi Kentang di Pangkep Ditutup, Persagi: Kalorinya Kurang

SPPG Ganti Nasi MBG Jadi Kentang di Pangkep Ditutup, Persagi: Kalorinya Kurang

Muhammad Subhan - detikSulsel
Jumat, 13 Feb 2026 11:30 WIB
Menu nasi pada MBG di Pangkep diganti jadi kentang.
Menu nasi pada MBG di Pangkep diganti jadi kentang. Foto: (dok. istimewa)
Pangkep -

Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Sulawesi Selatan (Sulsel) turut menanggapi SPPG Mappasaile di Kabupaten Pangkep, yang ditutup usai mengganti menu nasi pada Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kentang. Kandungan kalori dalam kentang yang disajikan itu dinilai kurang.

"Kalau panduan Kemenkes seharusnya (porsi) nasi itu 100 gram, nah kalau lihat foto kentang di menu MBG itu, sepertinya (kalorinya) kurang," kata Ketua Persagi Sulsel, Manjilala kepada detikSulsel, Jumat (13/2/2026).

Manjilala mengatakan, berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Tahun 2017 terbitan Kemenkes RI, kandungan energi nasi 100 gram ialah 180 kkal (kilokalori) dan karbohidratnya 39,8 gram. Sementara kandungan energi kentang 100 gram sebanyak 62 kkal dan karbohidratnya 13,5 gram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah supaya kentang bisa menggantikan nasi maka dibutuhkan paling tidak 2 buah kentang berukuran sedang. Perbandingannya begini, energi nasi 100 gram ialah 180 kkal (kilokalori) dan karbohidratnya 39,8 gram sementara kandungan energi kentang 100 gram sebanyak 62 kkal dan karbohidratnya 13,5 gram. Itu sesuai dengan TKPI 2017 dari Kemenkes," terangnya.

Karena sama-sama mengandung karbohidrat, kata dia, kentang memang bisa menggantikan nasi dengan catatan porsi yang seimbang dengan menu lauk, sayur, dan buah. Namun, untuk di wilayah Sulsel yang menganggap nasi sebagai sumber karbohidrat utama, maka tak heran jika ada penolakan.

ADVERTISEMENT

"Berdasarkan prinsip gizi, nasi sangat bisa diganti dengan kentang karena kentang juga sumber karbohidrat yang baik. Jadi secara konsep tidak masalah, yang penting porsinya tepat," ucapnya.

"Masalahnya kita di Sulsel dianggap belum makan kalau belum makan nasi, sehingga kalau nasi diganti dengan sumber karbohidrat yang lain seperti singkong, ubi jalar atau kentang pasti akan muncul banyak penolakan," lanjutnya.

Dia menuturkan, SPPG Mappasaile harus bertanggungjawab atas porsi kentang yang kurang tersebut. Dia berharap ke depan, SPPG menjadikan TKPI Kemenkes dan SOP BGN menjadi pedoman untuk menetapkan menu buat siswa.

"Pola kerja SPPG itukan kerja tim, ada mitra, akuntan, ahli gizi, dan chef. Merekalah yang punya tanggung jawab besar dalam menghasilkan makanan yang sesuai dengan standar BGN. Sebaiknya semua pemangku kepentingan di SPPG harus menjadikan buku tersebut sebagai pedoman. Sehingga makanan yang dihasilkan sesuai standar gizi," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, SPPG Mappasaile ditutup sementara oleh BGN. Penutupan itu buntut dari penggantian nasi menjadi kentang pekan lalu.

"Dirpawas, Direktur Pemantauan dan Pengawasan itu dalam hal ini dijabat oleh Pak Rudi (Rudi Setiawan) namanya. Beliau ini yang memberikan keputusan bahwasannya (SPPG Mappasaile) ditutup untuk sementara," kata Tim Pengawas MBG Kodim 1421 Pangkep, Serka Imran kepada wartawan, Rabu (11/2).

Dia mengatakan, penutupan dapur SPPG Mappasaile dilakukan sejak Senin (9/2). Imran mengatakan belum mengetahui sampai kapan dapur ini ditutup. Dapur SPPG Mappasaile dikelola Yayasan Saji Cinta Negeriku Indonesia terletak di Jalan Poros Pangkep-Barru, Kelurahan Mappasaile, Kabupaten Pangkep.

"Penutupan sementara sejak Senin. Kalau sampai kapan kita juga masih menunggu sementara sambil menunggu petunjuk lebih lanjut," ucapnya.

Dia mengatakan, penutupan ini berawal ketika SPPG Mappasaile membagikan menu MBG dengan mengganti nasi dengan kentang, Jumat (6/2). Foto menu dengan kentang itu beredar di media sosial.

"Mulainya waktu itu ada di media sosial itu. Itu kita dari kodim turun mengecek kenapa bisa terjadi seperti demikian yang dilontarkan ke media," ucapnya.

Dalam foto yang beredar di media sosial nampak jatah MBG tanpa nasi itu berisi kentang goreng, 1 buah pisang, 1 potong ayam, lalap timun dan sambal. Postingan tersebut beredar sejak Jumat (6/2) mendapat banyak tanggapan dari warga net di Pangkep.



(asm/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads